Kepala Puskesmas Ujung Loe Diduga Jual Masker Pembagian Pemerintah
Selasa, 05 Mei 2020 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
Anggap Enteng Covid-19
Keluhan serupa juga datang dari Koordinitaor Tim Gerak Cepat (TGC) Ujung Loe, Mulyadi. Ia kecewa dengan sikap Asrianti selaku Kepala Puskesmas Ujung Loe. Tidak hanya diduga menjual masker pembagian pemerintah, tapi juga sikapnya sangat arogan dan menganggap enteng covid-19 dengan tidak mengharuskan paramedis memakai masker.
Paramedis di Puskemas Parangloe malah harus membeli masker itu dari Asrianti. Belum lagi berbicara APD lainnya, dimana para perawat dan dokter hanya bisa menggunakan jas hujan agar bisa mawas diri dari penyebaran virus corona dari orang yang mereka periksa.
"Kami di pelayanan UGD (Unit Gawat Darurat) rawat inap yang bersentuhan langsung dengan pasien. Namun tidak ada APD ya terpaksa pakai jas hujan, padahal kami tahu APD telah turun dari Dinas Kesehatan Bulukumba. Kalau kami pertanyakan, Ibu Kapus (kepala puskesmas) bilang, ngapain kamu takut, saya saja tidak takut," ujar Mulyadi meniru perkataan Asrianti.
Bahkan kata Mulyadi, dokter Puskesmas juga tidak mendapatkan masker N-94 yang merupakan masker bedah standar WHO. Kalau pun diberikan secara gratis, itu disinyalir bekas pakai. "Alhamdulillah dinas kesehatan sudah luar biasa memberikan perlindungan buat kami berupa pemberian masker, meski realisasinya tidak sampai," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskemas Ujung Loe, Asrianti, belum berhasil dikonfirmasi ihwal dugaan memperdagangkan masker bantuan pemerintah.
Keluhan serupa juga datang dari Koordinitaor Tim Gerak Cepat (TGC) Ujung Loe, Mulyadi. Ia kecewa dengan sikap Asrianti selaku Kepala Puskesmas Ujung Loe. Tidak hanya diduga menjual masker pembagian pemerintah, tapi juga sikapnya sangat arogan dan menganggap enteng covid-19 dengan tidak mengharuskan paramedis memakai masker.
Paramedis di Puskemas Parangloe malah harus membeli masker itu dari Asrianti. Belum lagi berbicara APD lainnya, dimana para perawat dan dokter hanya bisa menggunakan jas hujan agar bisa mawas diri dari penyebaran virus corona dari orang yang mereka periksa.
"Kami di pelayanan UGD (Unit Gawat Darurat) rawat inap yang bersentuhan langsung dengan pasien. Namun tidak ada APD ya terpaksa pakai jas hujan, padahal kami tahu APD telah turun dari Dinas Kesehatan Bulukumba. Kalau kami pertanyakan, Ibu Kapus (kepala puskesmas) bilang, ngapain kamu takut, saya saja tidak takut," ujar Mulyadi meniru perkataan Asrianti.
Bahkan kata Mulyadi, dokter Puskesmas juga tidak mendapatkan masker N-94 yang merupakan masker bedah standar WHO. Kalau pun diberikan secara gratis, itu disinyalir bekas pakai. "Alhamdulillah dinas kesehatan sudah luar biasa memberikan perlindungan buat kami berupa pemberian masker, meski realisasinya tidak sampai," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskemas Ujung Loe, Asrianti, belum berhasil dikonfirmasi ihwal dugaan memperdagangkan masker bantuan pemerintah.
Lihat Juga :