BKKBN Sulsel Masifkan Bulan Pelayanan KB Jelang Hari Kontrasepsi Sedunia
Jum'at, 25 September 2020 - 22:12 WIB
loading...
Kepala BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani Basharu. Foto: SINDOnews/Agus Nyomba
A
A
A
MAKASSAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulsel memasifkan bulan pelayanan KB untuk menyambut peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September besok.
Kepala BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani Basharu mengatakan, dalam menyambut peringatan kontrasepsi sedunia, pihaknya sudah melakukan sejumlah hal termasuk launching bulan pelayanan KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kabupaten Soppeng 28 Agustus lalu.
Baca juga: Tak Hanya Cegah Kehamilan, Ternyata Pil KB Bisa Atasi Gangguan Hormon
"Di mana selama bulan itu akan dilaksanakan pelayanan KB MKJP gratis di 24 Kabupaten Kota hingga tanggal 26 September," katanya.
Dirinya menjelaskan, bulan pelayanan KB MKJP ini sebagai langkah meningkatkan kesertaan ber-KB khusus MKJP, di samping upaya mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat di tengah pandemi COVID-19 .
Sejauh ini kata dia, capaian penggunaan alat kontrasepsi implant KB mencapai 7.108 akseptor dari target 5.017 dengan perentase 141.68%.
"Sementara menggunakan IUD itu hanya 828 akseptor. Ini memang agak rendah karena masyarakat lebih memilih implant KB karena lebih mudah," jelasnya.
Kepala BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani Basharu mengatakan, dalam menyambut peringatan kontrasepsi sedunia, pihaknya sudah melakukan sejumlah hal termasuk launching bulan pelayanan KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Kabupaten Soppeng 28 Agustus lalu.
Baca juga: Tak Hanya Cegah Kehamilan, Ternyata Pil KB Bisa Atasi Gangguan Hormon
"Di mana selama bulan itu akan dilaksanakan pelayanan KB MKJP gratis di 24 Kabupaten Kota hingga tanggal 26 September," katanya.
Dirinya menjelaskan, bulan pelayanan KB MKJP ini sebagai langkah meningkatkan kesertaan ber-KB khusus MKJP, di samping upaya mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat di tengah pandemi COVID-19 .
Sejauh ini kata dia, capaian penggunaan alat kontrasepsi implant KB mencapai 7.108 akseptor dari target 5.017 dengan perentase 141.68%.
"Sementara menggunakan IUD itu hanya 828 akseptor. Ini memang agak rendah karena masyarakat lebih memilih implant KB karena lebih mudah," jelasnya.
Lihat Juga :