Penumpang KA di Stasiun Semarang Tawang Dihibur Musik Piano Klasik
Jum'at, 28 Maret 2025 - 23:38 WIB
loading...
Calon penumpang kereta api ikut bernyanyi diiringi piano klasik di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, Kota Semarang, Jumat (28/3/2025) sore. FOTO/EKA SETIAWAN
A
A
A
SEMARANG - Ada yang berbeda di Stasiun Semarang Tawang , Semarang, Jumat (28/3/2025). Stasiun ini menyuguhkan hiburan piano klasik untuk menemani para pemudik atau pengguna jasa kereta api menunggu boarding.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, hiburan musik klasik piano ini digelar mulai Jumat (28/3/2025) ini hingga Jumat (4/4/2025) mendatang.
"Ada tiga pianis, nanti giliran. Waktunya dari jam 4 sore sampai jam 8 malam. Mengapa kami pilih jam 4 sore, karena ini masih di bulan Ramadan, kami berikan hiburan lagu-lagu rohani Islami yang dimainkan langsung pianis," kata Fran ditemui di Stasiun Semarang Tawang, Jumat (28/3/2025) sore.
Pemilihan piano klasik itu, sebut Fran, melihat desain bangunan stasiun ini. "Kita lihat hall Stasiun Tawang ini kan heritage, dibangun awal tahun 1900-an, hall yang mungkin paling elegan ya. Jadi ketika ada denting piano klasik, itu cukup matching gitu, suaranya terdengar enak dan merdu, pas gitu," ujar Fran.
Ia menyilakan pengunjung yang ingin menyumbangkan suaranya, ataupun bermain piano atau meminta lagu untuk dimainkan sebagai penghibur.
Salah satu calon pemudik, Fadzilla tampak senang dengan hiburan piano klasik ini. Dia menyanyi beberapa lagu favoritnya, mulai dari Asmalibrasi (Soegi Bornean) dan lagu bertajuk Hati-Hati di Jalan (Tulus).
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, hiburan musik klasik piano ini digelar mulai Jumat (28/3/2025) ini hingga Jumat (4/4/2025) mendatang.
"Ada tiga pianis, nanti giliran. Waktunya dari jam 4 sore sampai jam 8 malam. Mengapa kami pilih jam 4 sore, karena ini masih di bulan Ramadan, kami berikan hiburan lagu-lagu rohani Islami yang dimainkan langsung pianis," kata Fran ditemui di Stasiun Semarang Tawang, Jumat (28/3/2025) sore.
Pemilihan piano klasik itu, sebut Fran, melihat desain bangunan stasiun ini. "Kita lihat hall Stasiun Tawang ini kan heritage, dibangun awal tahun 1900-an, hall yang mungkin paling elegan ya. Jadi ketika ada denting piano klasik, itu cukup matching gitu, suaranya terdengar enak dan merdu, pas gitu," ujar Fran.
Ia menyilakan pengunjung yang ingin menyumbangkan suaranya, ataupun bermain piano atau meminta lagu untuk dimainkan sebagai penghibur.
Salah satu calon pemudik, Fadzilla tampak senang dengan hiburan piano klasik ini. Dia menyanyi beberapa lagu favoritnya, mulai dari Asmalibrasi (Soegi Bornean) dan lagu bertajuk Hati-Hati di Jalan (Tulus).
Lihat Juga :