Jaga Kelestarian Hutan dan Sumber Air, Rehabilitasi DAS di Lore Selatan Digencarkan
Selasa, 19 Mei 2026 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
PT BMU berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, serta menjadi contoh kepatuhan perusahaan dalam mendukung keberlanjutan hutan Indonesia. Rehabilitasi menjadi sangat krusial di tengah tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.
Lihat video: Menhan: Bencana Sumatra akibat Kerusakan Hutan, Hutan Lindung di Indonesia Harus Dijaga!
“Melalui program Rehab DAS di Lore Selatan ini, PT BMU menegaskan posisinya sebagai mitra pemerintah yang bertanggung jawab dalam menjaga paru-paru hijau Indonesia demi masa depan generasi mendatang,” jelas manajemen BMU.
Pihak manajemen BMU, menambahkan, perusahaan berfokus pada pengembangan kegiatan pertambangan yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip keselamatan kerja, tata kelola yang baik, dan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah serta industri hilirisasi mineral nasional.
Upaya rehabilitasi ini semakin penting mengingat kondisi lahan kritis di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan kritis nasional saat ini mencapai sekitar 12,7 juta hektare. Di tingkat global, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat bahwa laju kehilangan hutan dunia rata-rata sekitar 7,8 juta hektare per tahun selama periode 2010–2018.
Lihat video: Menhan: Bencana Sumatra akibat Kerusakan Hutan, Hutan Lindung di Indonesia Harus Dijaga!
“Melalui program Rehab DAS di Lore Selatan ini, PT BMU menegaskan posisinya sebagai mitra pemerintah yang bertanggung jawab dalam menjaga paru-paru hijau Indonesia demi masa depan generasi mendatang,” jelas manajemen BMU.
Pihak manajemen BMU, menambahkan, perusahaan berfokus pada pengembangan kegiatan pertambangan yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip keselamatan kerja, tata kelola yang baik, dan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah serta industri hilirisasi mineral nasional.
Upaya rehabilitasi ini semakin penting mengingat kondisi lahan kritis di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas lahan kritis nasional saat ini mencapai sekitar 12,7 juta hektare. Di tingkat global, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat bahwa laju kehilangan hutan dunia rata-rata sekitar 7,8 juta hektare per tahun selama periode 2010–2018.
(cip)
Lihat Juga :