2.373 Rumah Warga di Sleman Dinilai Tidak Layak Huni
Sabtu, 19 September 2020 - 00:05 WIB
loading...
Bupati Sleman Sri Purnomo secara simbolis melakukan peletakan batu pertama bedah rumah warga Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (18/9/2020).
A
A
A
SLEMAN - Rumah tidak layak huni (RTLH) hingga sekarang masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan di Sleman.
Data Pemkab Sleman hingga tahun 2020 masih ada 2.373 unit RTLH. Dari jumlah itu, ditargetkan 1.448 unit rumah tertanggani. Untuk itu berbagai program terus dilakukan guna mengatasi hal tersebut.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, sebagai bentuk komitmen pemkab dalam menangani RTLH, di antaranya melalui program bedah rumah. Baik melalui anggaran pemerintah maupun CSR.
Pemkab berharap dengan langkah ini, bukan hanya mewujudkan rumah yang layak huni, namun juga mengentaskan kemiskinan.
“Kami targetkan dengan program ini nantinya RTLH di Sleman bisa tuntas,” kata Sri Purnomo saat menyerahkan bantuan bedah rumah di Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Jumat (18/9/2020).
Data Pemkab Sleman hingga tahun 2020 masih ada 2.373 unit RTLH. Dari jumlah itu, ditargetkan 1.448 unit rumah tertanggani. Untuk itu berbagai program terus dilakukan guna mengatasi hal tersebut.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, sebagai bentuk komitmen pemkab dalam menangani RTLH, di antaranya melalui program bedah rumah. Baik melalui anggaran pemerintah maupun CSR.
Pemkab berharap dengan langkah ini, bukan hanya mewujudkan rumah yang layak huni, namun juga mengentaskan kemiskinan.
“Kami targetkan dengan program ini nantinya RTLH di Sleman bisa tuntas,” kata Sri Purnomo saat menyerahkan bantuan bedah rumah di Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Jumat (18/9/2020).
Lihat Juga :