Kandidat Diminta Tak Membawa Massa Saat Penetapan dan Pencabutan Nomor Urut
Jum'at, 18 September 2020 - 20:30 WIB
loading...
Rapat koordinasi eskternal antara pihak kepolisian, penyelenggara pemilu, tim pemenangan jelang penetapan dan pencabutan nomor urut paslon pilkada 2020 di Kabupaten Pangkep, Jumat (18/9/2020). Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan
A
A
A
PANGKEP - Kapolres Pangkep , AKBP Ibrahim Aji meminta kepada pihak terkait untuk melakukan pembatasan massa pendukung pada saat penetapan dan pencabutan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pangkep.
Permintaan itu disampaikan Ibrahim dalam rapat koordinasi eskternal dengan penyelenggara pemilihan kepala daerah, ketua tim sukses dan para ketua partai pengusung kandidat kepala daerah Kabupaten Pangkep, Kamis (17/9/2020).
Baca juga: Operasi Yustisi, Ratusan Orang di Pangkep Kedapatan Langgar Protokol Kesehatan
"Kami undang semua, baik penyelenggara maupun peserta yang terlibat dalam pilkada ini untuk membahas bagaimana penerapan pelaksanaan penetapan paslon dan pencabutan nomor urut paslon berjalan aman tanpa melanggar protokol kesehatan penanganan COVID-19," ujar Kapolres.
Ibrahim berharap agar ada kesepakatan yang lahir untuk dilaksanakan oleh para kandidat, sehingga pada hari penetapan dan pengambilan nomor urut nanti, tidak ada yang melanggar protokol kesehatan.
Permintaan itu disampaikan Ibrahim dalam rapat koordinasi eskternal dengan penyelenggara pemilihan kepala daerah, ketua tim sukses dan para ketua partai pengusung kandidat kepala daerah Kabupaten Pangkep, Kamis (17/9/2020).
Baca juga: Operasi Yustisi, Ratusan Orang di Pangkep Kedapatan Langgar Protokol Kesehatan
"Kami undang semua, baik penyelenggara maupun peserta yang terlibat dalam pilkada ini untuk membahas bagaimana penerapan pelaksanaan penetapan paslon dan pencabutan nomor urut paslon berjalan aman tanpa melanggar protokol kesehatan penanganan COVID-19," ujar Kapolres.
Ibrahim berharap agar ada kesepakatan yang lahir untuk dilaksanakan oleh para kandidat, sehingga pada hari penetapan dan pengambilan nomor urut nanti, tidak ada yang melanggar protokol kesehatan.
Lihat Juga :