Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Kamis, 17 September 2020 - 10:55 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau lokasi banjir di Kabupaten Karawang. Foto/Humas Pemprov Jabar
A
A
A
BANDUNG - Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu provinsi rawan kejadian bencana. Bahkan, ribuan kejadian bencana selalu mengintai Jabar setiap tahunnya. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengungkapkan, setiap tahunnya, sekitar 2.000 peristiwa bencana alam terjadi di hampir seluruh wilayah Jabar.
Dari ribuan peristiwa bencana alam tersebut, mayoritas diakibatkan oleh air dengan rincian bencana banjir di Jabar bagian tengah ke utara adalah banjir dan longsor di Jabar bagian tengah ke selatan. "Setiap tahunnya, terdapat sekitar 2.000 kejadian bencana alam yang mayoritas berasal dari air," ujar Kang Emil, sapaan akrabnya dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2020).
Menurut Kang Emil, dua jenis bencana alam itu umumnya terjadi akibat ulah manusia yang menyebabkan kerusakan alam. Penduduk Jabar yang jumlahnya hampir 50 juta jiwa pun, kata Kang Emil, menjadi potensi penyimpangan terhadap alam tersebut. (Baca: BMKG Bandung Keluarkan Peringatan Dini Ancaman Bencana Kekeringan)
Dengan kondisi tersebut, pihaknya telah menyusun cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana atau Jabar Resilience Culture Province (JRCP) untuk merespons bencana akibat takdir alam maupun ulah manusia tersebut.
"Pada dasarnya, kita jangan hanya berpikir mitigasi, tapi (juga) menghasilkan pandangan-pandangan untuk mengubah pola pikir yang bisa dijadikan warisan, seperti pada cetak biru Budaya Tangguh Bencana Jabar yang telah saya lahirkan," katanya.
Dari ribuan peristiwa bencana alam tersebut, mayoritas diakibatkan oleh air dengan rincian bencana banjir di Jabar bagian tengah ke utara adalah banjir dan longsor di Jabar bagian tengah ke selatan. "Setiap tahunnya, terdapat sekitar 2.000 kejadian bencana alam yang mayoritas berasal dari air," ujar Kang Emil, sapaan akrabnya dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2020).
Menurut Kang Emil, dua jenis bencana alam itu umumnya terjadi akibat ulah manusia yang menyebabkan kerusakan alam. Penduduk Jabar yang jumlahnya hampir 50 juta jiwa pun, kata Kang Emil, menjadi potensi penyimpangan terhadap alam tersebut. (Baca: BMKG Bandung Keluarkan Peringatan Dini Ancaman Bencana Kekeringan)
Dengan kondisi tersebut, pihaknya telah menyusun cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana atau Jabar Resilience Culture Province (JRCP) untuk merespons bencana akibat takdir alam maupun ulah manusia tersebut.
"Pada dasarnya, kita jangan hanya berpikir mitigasi, tapi (juga) menghasilkan pandangan-pandangan untuk mengubah pola pikir yang bisa dijadikan warisan, seperti pada cetak biru Budaya Tangguh Bencana Jabar yang telah saya lahirkan," katanya.
Lihat Juga :