BMKG Bandung Keluarkan Peringatan Dini Ancaman Bencana Kekeringan

Kamis, 08 Agustus 2019 - 16:15 WIB
BMKG Bandung Keluarkan...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengeluarkan peringatan dini bencana kekeringan di Jawa Barat menyusul selama Juni, Juli, hingga awal Agustus 2019 ini di sebagian besar daerah di provinsi tak diguyur hujan.

Daerah yang selama 60 hari berturut-turut tak diguyur hujan antara lain Kabupaten Bogor, Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Sumedang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Garut, Bandung, Cianjur, dan Sukabumi.

"Waspada terjadi potensi kekeringan, akibat berkurangnya sumber air, sungai, waduk, danau dan lain-lain. Berdasarkan hasil monitoring di seluruh wilayah di Jabar, hingga dasarian III Juli 2019, tidak ada hujan di Provinsi Jabar," kata Kepala BMKG Bandung Toni Agus Wijaya, Kamis (8/8/2019).

Agus mengemukakan, prakiraan curah hujan di Dasarian I Agustus 2019 awal bulan ini di Provinsi Jawa Barat umumnya masuk dalam kategori curah hujan rendah (0-10mm). Curah hujan dengan intensitas rendah diprediksi dapat terjadi.

"Peluang hujan di Dasarian I Agustus ini, berpeluang terjadi di seluruh wilayah Jabar dengan kategori rendah. Prediksi ini dicapai pada kisaran 90 persen," ujar Agus.

Diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatat bencana kekeringan meluas di Jawa Barat. Data yang dihimpun BPBD Jabar, sebanyak 374 desa yang tersebar di 171 kecamatan di 20 kota dan kabupaten di Jabar mengalami dampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.

Jumlah warga terdampak sebanyak 166.957 kepala keluarga (KK). Mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Selain menyebabkan masyarakat kesulitan air bersih, kemarau juga mengakibatkan 20.621,58 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan.

20 kabupaten dan kota yang terdampak kekeringan itu adalah Kabupaten Bekasi, Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Karawang, Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya. Kemudian Kabupaten Sumedang, Bandung, Purwakarta, Subang, Kota/Kabupaten Cirebon, Kuningan, Indramayu, Cianjur, Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka, dan Garut.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah Kabupaten Cianjur. Di kabupaten ini 30 kecamatan terdampak. Sementara itu, untuk wilayah lahan pertanian yang terdampak paling parah di Kabupaten Indramayu. Di Indramayu terdapat 12.503 hektare lahan pertanian terdampak yang tersebar di 21 kecamatan.
(zik)
Berita Terkait
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
55 Desa Rawan Kekeringan,...
55 Desa Rawan Kekeringan, BPBD Semarang Siapkan Bantuan 2,5 Juta Liter Air
Warga Jakarta Diimbau...
Warga Jakarta Diimbau Waspada Hadapi Musim Kemarau
18 Daerah Ini Tidak...
18 Daerah Ini Tidak Mengalami Hujan Lebih 2 Bulan
Berita Terkini
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
56 menit yang lalu
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
1 jam yang lalu
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
1 jam yang lalu
Jelang Demo Mahasiswa...
Jelang Demo Mahasiswa BEM UI, Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Masih Ramai Lancar
1 jam yang lalu
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
1 jam yang lalu
Demo Mahasiswa, Polisi...
Demo Mahasiswa, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Kerahkan Ribuan Pasukan
2 jam yang lalu
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved