4 Prioritas Keselamatan Penanganan COVID-19 di Kota Kediri
Kamis, 17 September 2020 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
"Keselamatan tenaga kesehatan adalah keselamatan kita semua," kata Fauzan. Ada empat hal di lingkungan rumah sakit yang menurut Fauzan harus mendapat jaminan keselamatan. Yakni, keselamatan karyawan (employ safety) baik medis maupun nonmedis.
Kemudian keselamatan lingkungan rumah sakit (Environment safety), keselamatan keuangan (financial safety) rumah sakit, dan keselamatan sarana prasarana rumah sakit (Equipment safety). "RSUD Gambiran berupaya memastikan keselamatan empat hal tersebut," kata Fauzan.
Dalam kesempatan itu, Fauzan juga mengapresiasi kinerja seluruh karyawan rumah sakit yang telah bekerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka memberikan pelayanan maksimal dengan tetap menjaga keselamatan dan keamanan masing masing.
Kepada masyarakat, Fauzan berharap senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar selamat dari pandemi COVID-19. "Kepada para tenaga medis dan paramedis juga tetap menggunakan APD secara standar dan mematuhi protap pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI)," pungkas Fauzan.
Seperti diketahui, dokter Machmud, spesialis bedah syaraf RSUD Gambiran Kota Kediri meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 pada 9 September lalu. Dokter Machmud yang sempat menjalani perawatan tiga pekan, menghembuskan nafas terakhir di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Machmud terkonfirmasi positif COVID-19 pada 20 Agustus, dan dinyatakan sebagai pasien positif ke 131 di Kota Kediri.
Kemudian keselamatan lingkungan rumah sakit (Environment safety), keselamatan keuangan (financial safety) rumah sakit, dan keselamatan sarana prasarana rumah sakit (Equipment safety). "RSUD Gambiran berupaya memastikan keselamatan empat hal tersebut," kata Fauzan.
Dalam kesempatan itu, Fauzan juga mengapresiasi kinerja seluruh karyawan rumah sakit yang telah bekerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka memberikan pelayanan maksimal dengan tetap menjaga keselamatan dan keamanan masing masing.
Kepada masyarakat, Fauzan berharap senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar selamat dari pandemi COVID-19. "Kepada para tenaga medis dan paramedis juga tetap menggunakan APD secara standar dan mematuhi protap pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI)," pungkas Fauzan.
Seperti diketahui, dokter Machmud, spesialis bedah syaraf RSUD Gambiran Kota Kediri meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 pada 9 September lalu. Dokter Machmud yang sempat menjalani perawatan tiga pekan, menghembuskan nafas terakhir di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Machmud terkonfirmasi positif COVID-19 pada 20 Agustus, dan dinyatakan sebagai pasien positif ke 131 di Kota Kediri.
(nth)
Lihat Juga :