Hengki Apresiasi Padepokan Domas Geger Hanjuang Budidayakan Lekung
Kamis, 17 September 2020 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
"Bukan hanya Lekung saja, tapi bisa juga tanaman lainnya seperti sayuran dan sebagainya," kata dia. (Baca juga: Seorang Napi Tiba-tiba Tewas, Lapas Blitar Curigai COVID-19 )
Sementara Pembina Padepokan Domas Geger Hanjuang, Riani Soedarmo mengaku, pandemi COVID-19 membuat dirinya berpikir kreatif khususnya dalam membangkitkan ekonomi warga. Salah satunya dengan menggabungkan teknik budidaya ikan lele dalam ember sekaligus bercocok tanam kangkung di atasnya.
"Istilah kami ini adalah budidaya Lekung (lele-kangkung) dalam ember. Ternyata berhasil, lele tumbuh besar begitupun dengan tanaman kangkungnya juga tumbuh subur," tuturnya. (Baca juga: Hanya Bisa Mengekor, Riau Dinilai Gagal Tangani COVID-19 )
Konsep budidaya Lekung, lanjut dia, mulai kembangkan saat pandemi COVID-19 . Tempatnya juga sederhana, hanya butuh ember berkapasitas 80 liter air. Lalu benih lele dimasukan ke dalam ember, kemudian tutup ember diberi lubang seukuran gelas cup plastik yang ditanami kangkung. Akar kangkung yang menjuntai ke air menjadi nutrisi sekaligus penghasil oksigen bagi ikan lele.
"Selama pandemi COVID-19 kami sudah dua kali panen lele, kalau kangkung setiap 2-3 minggu sekali dapat dipanen. Budidaya Lekung lalu dikembangkan ke masyarakat sekitar Cigugurgirang dan komunitas ojek online, hasilnya sudah 250 orang ikut pelatihan dan rata-rata berhasil," ucapnya.
Sementara Pembina Padepokan Domas Geger Hanjuang, Riani Soedarmo mengaku, pandemi COVID-19 membuat dirinya berpikir kreatif khususnya dalam membangkitkan ekonomi warga. Salah satunya dengan menggabungkan teknik budidaya ikan lele dalam ember sekaligus bercocok tanam kangkung di atasnya.
"Istilah kami ini adalah budidaya Lekung (lele-kangkung) dalam ember. Ternyata berhasil, lele tumbuh besar begitupun dengan tanaman kangkungnya juga tumbuh subur," tuturnya. (Baca juga: Hanya Bisa Mengekor, Riau Dinilai Gagal Tangani COVID-19 )
Konsep budidaya Lekung, lanjut dia, mulai kembangkan saat pandemi COVID-19 . Tempatnya juga sederhana, hanya butuh ember berkapasitas 80 liter air. Lalu benih lele dimasukan ke dalam ember, kemudian tutup ember diberi lubang seukuran gelas cup plastik yang ditanami kangkung. Akar kangkung yang menjuntai ke air menjadi nutrisi sekaligus penghasil oksigen bagi ikan lele.
"Selama pandemi COVID-19 kami sudah dua kali panen lele, kalau kangkung setiap 2-3 minggu sekali dapat dipanen. Budidaya Lekung lalu dikembangkan ke masyarakat sekitar Cigugurgirang dan komunitas ojek online, hasilnya sudah 250 orang ikut pelatihan dan rata-rata berhasil," ucapnya.
(eyt)
Lihat Juga :