Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:13 WIB
loading...
Hadapi Musim Kemarau,...
Petani di Jawa Barat bersiap menghadapi musim kering. Foto/istimewa
A A A
SUKABUMI - Memasuki periode musim kering tahun ini, tantangan sektor pertanian diperkirakan akan semakin besar seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan kemungkinan terjadinya kemarau panjang di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada produktivitas pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas pasokan pangan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan berbasis edukasi dan adaptasi lapangan, ratusan petani di Sukabumi, Jawa Barat hari ini mengikuti kegiatan temu lapangan di sentra produksi hortikultura khususnya cabai keriting. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai strategi budidaya menghadapi musim panas, pengelolaan risiko pertanian, serta pemanfaatan varietas yang lebih adaptif terhadap tekanan iklim dan serangan penyakit.

Dalam kegiatan tersebut, petani mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perubahan pola budidaya di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi. Mulai dari pengelolaan air, pemupukan yang efisien, pemilihan waktu tanam, hingga penggunaan varietas yang sesuai dengan kondisi musim kering menjadi bagian dari materi yang didiskusikan secara langsung di lapangan.

Baca juga: El Nino Mengintai, Mentan Amran Instruksikan Perkuat Infrastruktur Pengairan Nasional

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam temu lapangan tersebut adalah penggunaan benih cabai keriting TANGGUH 77 F1, varietas hibrida yang dirancang adaptif untuk kondisi musim panas. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap beberapa ancaman utama yang kerap menyebabkan penurunan produksi cabai di musim kering seperti virus Gemini (GV), layu bakteri, dan busuk batang.

Selain itu, tanaman cabai ini memiliki daya adaptasi yang baik pada dataran rendah hingga menengah. TANGGUH 77 F1 juga memiliki potensi hasil tinggi hingga 21 ton per hektar dengan umur panen relatif cepat, sekitar 73–75 hari setelah tanam. Karakter tersebut dinilai penting dalam membantu petani menjaga produktivitas di tengah tekanan iklim yang meningkat.

Adom, petani cabai dari Desa Tugu Bandung, Kecamatan Kebandungan, Sukabumi, mengatakan tantangan utama yang dihadapi petani saat musim panas adalah meningkatnya risiko serangan virus pada tanaman cabai. Karena itu, menurutnya, pemilihan varietas yang sesuai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
BMKG Sebut Siklon Tropis...
BMKG Sebut Siklon Tropis Jangmi Menguat, Ini Dampak Cuacanya bagi Indonesia
Siklon Tropis Jangmi...
Siklon Tropis Jangmi Terdeteksi, BMKG: Picu Potensi Hujan Lebat di Sebagian Indonesia
Pakar ITB Sebut Cuaca...
Pakar ITB Sebut Cuaca Berperan Besar dalam Blackout Sumatera
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem...
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Wilayah di Indonesia
Puluhan Rumah di Banjar...
Puluhan Rumah di Banjar Kalsel Rusak Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Rekomendasi
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Berita Terkini
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved