Bandara Ewer Segera Beroperasi, Kabupaten Asmat Tingkatkan Daya Tarik Investor
Selasa, 15 September 2020 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Kambu mengatakan, pembangunan Bandara Ewer menelan biaya cukup besar hingga ratusan miliar, yang bersumber dari APBD Kabupaten Asmat, Pemprov Papua, dan pemerintah pusat melalui Kemenhub RI. Fasilitas yang dikembangkan adalah landas pacu dari 600 m menjadi 1.650 m x 30 m, dimana 450 m dikerjakan pada 2019 yang tinggal menunggu uji teknis oleh Direktorat Bandar Udara Kemenhub, untuk syarat kelayakan pendaratan pesawat ATR.
"Landas pacu yang sudah digunakan 1.200 meter, sementara penambahan 450 meter belum digunakan. Karena masa pandemi Covid-19 sehingga belum dilakukan uji teknis oleh Direktorat Bandara," kata Kambu.
Pada sisi keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandara Ewer kini telah dilengkapi dengan Fire Fighting Kategori IV (kendaraan pemadam kebakaran), serta melanjutkan pembuatan runway strip. "Mobil damkar ini salah satu persyaratan yang diminta sesuai prosedur pendaratan pesawat ATR. Atas kordinasi dengan pihak bandara, kendaraan damkar ini kita bawa dari Bandara Mopa, Merauke," katanya.
Selain itu, pembangunan terminal baru seluas 488 meter persegi (m2), didukung koridor berkonstruksi kayu yang sekaligus menghubungan terminal ke dermaga. Kemudian, perluasan lahan parkir pesawat (apron) dari 60 m x 40 m menjadi 90 m x 70 m dan landas hubung (taxiway) 86 m x 15 m. "Pembangunan bandara dilakukan secara gotong royong kabupaten, provinsi, dan pusat. Sinergitas ini adalah bagaimana upaya kita menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat," kata Kambu.
Beberapa maskapai komersial sedang mengajukan proving flight menggunakan pesawat ATR-42 ke Bandara Ewer yaitu Wings Air dan rencananya Trigana Air Service dengan kapasitas di atas 40 seat. "Setelah Direktorat Bandara melakukan peninjauan dan memberikan persetujuan tes landing, jika dinyatakan layak maka pesawat berbadan besar sudah bisa masuk," pungkas Bupati Kambu.
"Landas pacu yang sudah digunakan 1.200 meter, sementara penambahan 450 meter belum digunakan. Karena masa pandemi Covid-19 sehingga belum dilakukan uji teknis oleh Direktorat Bandara," kata Kambu.
Pada sisi keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandara Ewer kini telah dilengkapi dengan Fire Fighting Kategori IV (kendaraan pemadam kebakaran), serta melanjutkan pembuatan runway strip. "Mobil damkar ini salah satu persyaratan yang diminta sesuai prosedur pendaratan pesawat ATR. Atas kordinasi dengan pihak bandara, kendaraan damkar ini kita bawa dari Bandara Mopa, Merauke," katanya.
Selain itu, pembangunan terminal baru seluas 488 meter persegi (m2), didukung koridor berkonstruksi kayu yang sekaligus menghubungan terminal ke dermaga. Kemudian, perluasan lahan parkir pesawat (apron) dari 60 m x 40 m menjadi 90 m x 70 m dan landas hubung (taxiway) 86 m x 15 m. "Pembangunan bandara dilakukan secara gotong royong kabupaten, provinsi, dan pusat. Sinergitas ini adalah bagaimana upaya kita menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat," kata Kambu.
Beberapa maskapai komersial sedang mengajukan proving flight menggunakan pesawat ATR-42 ke Bandara Ewer yaitu Wings Air dan rencananya Trigana Air Service dengan kapasitas di atas 40 seat. "Setelah Direktorat Bandara melakukan peninjauan dan memberikan persetujuan tes landing, jika dinyatakan layak maka pesawat berbadan besar sudah bisa masuk," pungkas Bupati Kambu.
(alf)
Lihat Juga :