Bandara Ewer Segera Beroperasi, Kabupaten Asmat Tingkatkan Daya Tarik Investor
Selasa, 15 September 2020 - 14:33 WIB
loading...
Bupati Asmat Elisa Kambu.
A
A
A
AGATS - Bandara Ewer di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, tidak lama lagi akan didarati pesawat jenis ATR guna meningkatkan frekuensi penerbangan ke wilayah itu.
Pemkab Asmat didukung Pemprov Papua dan Kementerian Perhubungan RI, terus mengembangkan bandara tersebut guna mewujudkan Asmat menjadi tujuan wisata.
Bupati Asmat Elisa Kambu memastikan kunjungan wisatawan domestik maupun manca negara ke Asmat akan meningkat signifikan jika konektivitas transportasi menjadi lebih mudah. "Banyak wisatawan sebenarnya mau ke Asmat tapi selama ini terkendala transportasi. Bandara ini salah satu upaya kita untuk mewujudkan Asmat sebagai daerah tujuan wisata," katanya.
Asmat merupakan surga dataran rendah di selatan Papua yang tidak memiliki akses jalan darat. Daerah ini menyimpan ragam pesona wisata memukau, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan budaya yang memang sudah tersohor. "Kalau pesawat ATR sudah masuk maka banyak orang akan datang karena Asmat sudah cukup mendunia," kata Kambu.
Menurut Bupati Kambu, kepastian jadwal penerbangan reguler juga akan mengundang daya tarik investor masuk ke Asmat, untuk mengelola segala potensi guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kalau bandara jadi, ada jadwal penerbangan reguler, pasti akan banyak orang datang. Ini tentu akan menumbuhkan sektor ekonomi, aktivitas perdagangan, kuliner, perhotelan dan sebagainya," kata dia.
Bandara Ewer dirintis sejak 1960an dengan landas pacu (runway) sepanjang 600 meter, ketika itu masih menggunakan tikar baja. Setelah Asmat menjadi kabupaten baru dimekarkan dari Kabupaten Merauke, pemerintah mulai berupaya meningkatkan kapasitas Bandara Ewer untuk bisa didarati pesawat berbadan besar.
Upaya tersebut mulai terwujud di masa kepemimpinan Elisa Kambu-Thomas Eppe Safanpo, melanjutkan pembangunan bupati sebelumnya Yuvensius Alfonsius Biakai (2010-2015) dan Penjabat Bupati Elisa F. Aury (2015). "Setelah saya dengan pak Thom (Thomas Safanpo) terpilih dan dilantik, kami fokus pada enam pembangunan infrastruktur utama, salah satunya adalah bandara," kata Kambu.
Pemkab Asmat didukung Pemprov Papua dan Kementerian Perhubungan RI, terus mengembangkan bandara tersebut guna mewujudkan Asmat menjadi tujuan wisata.
Bupati Asmat Elisa Kambu memastikan kunjungan wisatawan domestik maupun manca negara ke Asmat akan meningkat signifikan jika konektivitas transportasi menjadi lebih mudah. "Banyak wisatawan sebenarnya mau ke Asmat tapi selama ini terkendala transportasi. Bandara ini salah satu upaya kita untuk mewujudkan Asmat sebagai daerah tujuan wisata," katanya.
Asmat merupakan surga dataran rendah di selatan Papua yang tidak memiliki akses jalan darat. Daerah ini menyimpan ragam pesona wisata memukau, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan budaya yang memang sudah tersohor. "Kalau pesawat ATR sudah masuk maka banyak orang akan datang karena Asmat sudah cukup mendunia," kata Kambu.
Menurut Bupati Kambu, kepastian jadwal penerbangan reguler juga akan mengundang daya tarik investor masuk ke Asmat, untuk mengelola segala potensi guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kalau bandara jadi, ada jadwal penerbangan reguler, pasti akan banyak orang datang. Ini tentu akan menumbuhkan sektor ekonomi, aktivitas perdagangan, kuliner, perhotelan dan sebagainya," kata dia.
Bandara Ewer dirintis sejak 1960an dengan landas pacu (runway) sepanjang 600 meter, ketika itu masih menggunakan tikar baja. Setelah Asmat menjadi kabupaten baru dimekarkan dari Kabupaten Merauke, pemerintah mulai berupaya meningkatkan kapasitas Bandara Ewer untuk bisa didarati pesawat berbadan besar.
Upaya tersebut mulai terwujud di masa kepemimpinan Elisa Kambu-Thomas Eppe Safanpo, melanjutkan pembangunan bupati sebelumnya Yuvensius Alfonsius Biakai (2010-2015) dan Penjabat Bupati Elisa F. Aury (2015). "Setelah saya dengan pak Thom (Thomas Safanpo) terpilih dan dilantik, kami fokus pada enam pembangunan infrastruktur utama, salah satunya adalah bandara," kata Kambu.
Lihat Juga :