Kemensos Gandeng PERDAMI dan AMCF Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Lansia di Palembang
Rabu, 29 Oktober 2025 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Zainuddin mengatakan donatur AMCF berasal dari Dubai. Sebelum terlibat kegiatan sosial di RSUP dr Mohammad Hoesin, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan RI. "Owner AMCF atau donatur itu dari Dubai langsung. Sebelumnya kami dengan Bapak Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan sudah beroperasi beberapa kali. Alhamdulillah menghasilkan beberapa manfaat untuk warga sekitar," katanya.
Sementara itu, Alvian selaku Perwakilan Karang Taruna Kota Palembang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan operasi katarak gratis di RSUP dr. Mohammad Hoesin.
"Kami di sini dalam rangka bulan bakti Karang Taruna, bulan bakti yang ke-65. Kami sini bekerja sama dengan Kemensos, Bina Sosial, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang sudah kami lakukan. Dengan adanya program operasi katarak gratis ini, kami dari Karang Taruna, mengapresiasi sangat luar biasa karena benar-benar menyentuh sampai lapisan bawah," ucap Alvian.
Alvian berharap kegiatan ini bisa dilakukan dengan cakupan yang lebih luas lagi agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang memerlukan bantuan. "Harapan kami agar kegiatan ini ke depannya bisa lebih luas lagi, tidak hanya di Kota Palembang. Harapan kami juga, khusus di Kota Palembang, agar ini memang benar-benar bermanfaat. Apapun itu yang kami lakukan di sini semuanya untuk masyarakat bawah," kata Alvian.
Salah satu pasien pada program Operasi Katarak Gratis bagi Lansia Tidak Mampu di RSUP dr. Mohammad Hoesin ini adalah Trisila. "Saya senang bisa ikut operasi katarak gratis. Awalnya, saya dapat info dari anak saya bahwa ada operasi katarak gratis di sini," kata Trisila yang berusia 65 tahun.
"Enggak sakit rasanya. Nah dibilang dokter katanya yang mata sebelah kiri dulu, karena enggak bisa melihat sama sekali. Kalau yang kanan ini masih kelihatan. Saya berdoa saja, semoga sembuh," ucapnya.
Penerima manfaat lainnya, Mustofa, turut membagikan pengalamannya mengikuti operasi katarak gratis. Pria berusia 63 tahun ini sangat terbantu karena dengan adanya operasi katarak gratis penglihatannya dapat membaik.
"Saya enggak punya uang, dapat operasi macam ini. Senang saya, ada operasi macam ini. Saya sudah lima tahun menderita gangguan mata, rasanya buram, berkabut. Kalau mata yang satu lagi sudah tidak bisa melihat," kata Mustofa.
Mustofa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas penyelenggaraan operasi katarak gratis ini. "Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Terima kasih Kementerian Sosial. Mata saya akhirnya bisa dioperasi dan bisa melihat lagi," katanya.
Pendamping pasien operasi katarak gratis, Lismawati, juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena berkat program ini sang kakak dapat melihat kembali.
"Kakak saya Asnawi, sekarang bisa melihat lagi. Dia sudah dua tahun tidak bisa melihat. Yang sebelah kanan sudah parah, yang sebelah kiri belum parah. Kata dokter, insyaAllah, tahun depan ikut lagi untuk operasi yang sebelahnya. Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo, semoga panjang umur, sehat selalu, semoga banyak rezeki, sukses selalu. Terima kasih, sudah bantu kakak saya jadi bisa melihat lagi. Untuk Bapak Menteri Sosial, doa yang sama, sehat selalu, semoga banyak rezeki, panjang umur. Terima kasih," katanya.
Program Operasi Katarak Gratis bagi Lansia Tidak Mampu menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial dan pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui sinergi lintas sektor antara Kementerian Sosial, PERDAMI, rumah sakit, lembaga kemanusiaan, dan elemen masyarakat seperti Karang Taruna, kegiatan ini bukan hanya mengembalikan penglihatan para lansia, tetapi juga mengembalikan harapan dan kemandirian mereka.
Sementara itu, Alvian selaku Perwakilan Karang Taruna Kota Palembang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan operasi katarak gratis di RSUP dr. Mohammad Hoesin.
"Kami di sini dalam rangka bulan bakti Karang Taruna, bulan bakti yang ke-65. Kami sini bekerja sama dengan Kemensos, Bina Sosial, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang sudah kami lakukan. Dengan adanya program operasi katarak gratis ini, kami dari Karang Taruna, mengapresiasi sangat luar biasa karena benar-benar menyentuh sampai lapisan bawah," ucap Alvian.
Alvian berharap kegiatan ini bisa dilakukan dengan cakupan yang lebih luas lagi agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang memerlukan bantuan. "Harapan kami agar kegiatan ini ke depannya bisa lebih luas lagi, tidak hanya di Kota Palembang. Harapan kami juga, khusus di Kota Palembang, agar ini memang benar-benar bermanfaat. Apapun itu yang kami lakukan di sini semuanya untuk masyarakat bawah," kata Alvian.
Testimoni Bahagia Para Penerima Manfaat
Salah satu pasien pada program Operasi Katarak Gratis bagi Lansia Tidak Mampu di RSUP dr. Mohammad Hoesin ini adalah Trisila. "Saya senang bisa ikut operasi katarak gratis. Awalnya, saya dapat info dari anak saya bahwa ada operasi katarak gratis di sini," kata Trisila yang berusia 65 tahun.
"Enggak sakit rasanya. Nah dibilang dokter katanya yang mata sebelah kiri dulu, karena enggak bisa melihat sama sekali. Kalau yang kanan ini masih kelihatan. Saya berdoa saja, semoga sembuh," ucapnya.
Penerima manfaat lainnya, Mustofa, turut membagikan pengalamannya mengikuti operasi katarak gratis. Pria berusia 63 tahun ini sangat terbantu karena dengan adanya operasi katarak gratis penglihatannya dapat membaik.
"Saya enggak punya uang, dapat operasi macam ini. Senang saya, ada operasi macam ini. Saya sudah lima tahun menderita gangguan mata, rasanya buram, berkabut. Kalau mata yang satu lagi sudah tidak bisa melihat," kata Mustofa.
Mustofa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas penyelenggaraan operasi katarak gratis ini. "Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Terima kasih Kementerian Sosial. Mata saya akhirnya bisa dioperasi dan bisa melihat lagi," katanya.
Pendamping pasien operasi katarak gratis, Lismawati, juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena berkat program ini sang kakak dapat melihat kembali.
"Kakak saya Asnawi, sekarang bisa melihat lagi. Dia sudah dua tahun tidak bisa melihat. Yang sebelah kanan sudah parah, yang sebelah kiri belum parah. Kata dokter, insyaAllah, tahun depan ikut lagi untuk operasi yang sebelahnya. Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo, semoga panjang umur, sehat selalu, semoga banyak rezeki, sukses selalu. Terima kasih, sudah bantu kakak saya jadi bisa melihat lagi. Untuk Bapak Menteri Sosial, doa yang sama, sehat selalu, semoga banyak rezeki, panjang umur. Terima kasih," katanya.
Program Operasi Katarak Gratis bagi Lansia Tidak Mampu menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial dan pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui sinergi lintas sektor antara Kementerian Sosial, PERDAMI, rumah sakit, lembaga kemanusiaan, dan elemen masyarakat seperti Karang Taruna, kegiatan ini bukan hanya mengembalikan penglihatan para lansia, tetapi juga mengembalikan harapan dan kemandirian mereka.
(rca)
Lihat Juga :