Kemensos Gandeng PERDAMI dan AMCF Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Lansia di Palembang
Rabu, 29 Oktober 2025 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Negara Hadir melalui Program ATENSI
Program Operasi Katarak Gratis merupakan implementasi nyata dari Program ATENSI, sebuah paradigma baru dalam pelayanan kesejahteraan sosial yang bersifat komprehensif dan terintegrasi. Melalui ATENSI, Kemensos tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga dukungan non-medis seperti transportasi, akomodasi, pendampingan sosial, hingga alat bantu pascaoperasi berupa kacamata.
Kemensos juga menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), rumah sakit pemerintah dan swasta, serta mitra CSR untuk memperluas jangkauan program. Ketua PERDAMI Sumatera Selatan Riani Erna menjelaskan program operasi katarak gratis ini diselenggarakan sebagai bentuk peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) yang jatuh pada 9 Oktober.
"Alhamdulillah, program ini sekaligus untuk memperingati Hari Penglihatan Sedunia, yaitu mendukung program Vision 2020. Katarak itu penyakit yang sebetulnya bisa kita cegah, bisa kita tunda, bisa kita obati. Hari ini kita dapat pasien lebih kurang 95 orang yang terdata, dan akan kita operasi dalam waktu satu hari. Dari mulai pagi jam 7 sampai mungkin sekitar jam 4 sore sudah kita laksanakan. Semoga hasilnya akan baik sesuai dengan yang diharapkan," kata Riani.
Lebih lanjut Riani menjelaskan metode yang digunakan dalam melakukan operasi katarak ini minimal luka dan selesai dalam waktu singkat. "Kalau menggunakan metode yang konvensional, itu menggunakan metode yang ada luka insisi yang besar. Ada teknik penjahitan. Tapi kita menggunakan metode yang small insisi, dan satu lagi dengan menggunakan mesin PK emulsifikasi,” imbuhnya.
“Hanya membuat luka kecil lebih kurang 3 mm dari tepi bagian kornea. Kita bisa mengambil, mengangkat bagian katarak yang terjadi mengalami kekeruhan tadi. Jadi itu minimal invasif dan juga tidak menimbulkan rasa nyeri. Setelahnya, pasien bisa beraktivitas secara normal. Waktunya hanya sebentar, lebih kurang 10-20 menit sampai terselesai tindakan operasinya," tutur Riani.
Riani dan tim dokter mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Mereka ikut bahagia saat melihat pasien bisa mendapatkan kembali penglihatannya. "Kami merasa bahagia saat pasien bisa melihat lagi. Terutama lansia yang tadinya tidak bisa melihat cucunya. Mungkin dia tidak pernah bisa gendong cucunya. Sekarang jadi bisa melihat wajah cucunya. Itu dia sangat bahagia sekali,” kata Riani.
“Hal ini bisa membuat kebanggaan bagi kami sebagai tenaga medis. Bisa membantu mereka untuk melihat kembali yang selama ini mungkin sudah tidak terobati. Dan itu menjadi salah satu berkah yang bisa kami berikan sebagai dokter mata," tambahnya.
Erwin Syahputra selaku Manajer Tim Kerja Pelayanan Penunjang RSUP dr. Mohammad Hoesin menjelaskan rumah sakit tersebut sangat memadai untuk memfasilitasi operasi katarak. "RSUP dr. Mohammad Hoesin ini salah satu rumah sakit terbesar yang ada di Sumatra, baik dari sisi layanan medis maupun dari sisi peralatan. Rumah sakit ini sudah sangat sering melakukan operasi katarak. Kami memiliki cukup banyak kamar operasi dengan total 19 kamar operasi, didukung oleh dokter-dokter ahli," ucap Erwin.
Erwin menegaskan RSUP dr. Mohammad Hoesin mendukung program pemerintah, khususnya untuk kesehatan masyarakat. "Jadi kalau ada kegiatan-kegiatan seperti ini kami dari RSUP dr. Mohammad Hoesin siap men-support, siap memfasilitasi untuk meningkatkan derajat kesehatan mata masyarakat,” katanya.
“Hal ini juga didukung penuh oleh Kementerian Sosial dan didukung juga oleh AMCF. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini bisa dilakukan berkelanjutan, sehingga penerima manfaat juga akan lebih luas dan masyarakat kita derajat kesehatan, terutama kesehatan matanya, dapat meningkat," ucapnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Terselenggaranya kegiatan Operasi Katarak Gratis bagi Lansia Tidak Mampu di RSUP dr. Mohammad Hoesin, Kota Palembang, ini atas kerja sama dengan Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Karang Taruna setempat. Muhammad Zainuddin Nawi selaku Perwakilan AMCF menjelaskan keterlibatan AMCF dalam kegiatan operasi katarak gratis ini sejalan dengan tujuan AMCF yaitu untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
"AMCF yang singkatnya dari kata 'Asia Muslim Charity Foundation' atau dalam bahasa Arab, 'Muasisat Muslimi Asia Al-Khairiyah,' suatu lembaga yang salah satu tujuannya adalah kemanusiaan, untuk memberikan bantuan atau manfaat kepada orang yang membutuhnya, khususnya di Indonesia. Salah satu program yang dimiliki oleh AMCF adalah Bakti Sosial Operasi Katarak. Alhamdulillah, di Sumatra sudah 5 kali atau di bagian Sumatra Selatan ada tiga kali, di Bangka dengan Perdami," kata Zainuddin.
Lihat Juga :