Target Pendapatan Daerah Sulsel Turun Rp693 Miliar Lebih
Senin, 14 September 2020 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Edi mengaku, kondisi ini membuat APBD Perubahan 2020 diestimasi mengalami defisit. Karena tidak semua anggaran bisa dikembalikan 100% jika merujuk pada APBD Pokok 2020 yang ditetapkan sebelumnya. Salah satu efeknya, karena ada pengurangan dana transfer dari pusat. "Tentunya ini semua dampak COVID-19, ada penurunan dana transfer ke daerah, hibah ke daerah. Sehingga memang tidak bisa dipungkiri bahwa nyaris semua daerah mengalami pelebaran defisit," kata dia.
Meski begitu, dia melanjutkan pihaknya akan terus mendorong agar mampu menutupi kekurangan tersebut. Salah satunya lewat rencana mengusulkan pinjaman ke pemrintah pusat melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). "Kebijakan pusat menyiapkan dana PEN ini untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang sudah ada dalam APBD, tapi dalam tanda kutip, anggarannya kemarin di-refocusing untuk penanganan COVID-19," tandas Edi.
Sebelumnya Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah menjelaskan, program PEN ini hadir akibat rasionalisasi berbagai anggaran dari pusat. Khususnya dana transfer seperti dana alokasi khusus (DAK) yang ditarik ke pusat. Sehingga oleh pemerintah, mengalokasikan anggaran untuk mengganti lewat skema pinjaman.
"Dengan anggaran yang tersedia, lebih banyak yang bermohon daripada yang akan mendapatkan. Maka kalau kita dapat ini, harus disyukuri, karena ini adalah pinjaman dengan bunga nol persen," ucap Nurdin. Baca Lagi : Pinjaman Pemprov Rp2,9 Triliun Tunggu Verifikasi Pusat
Meski begitu, dia melanjutkan pihaknya akan terus mendorong agar mampu menutupi kekurangan tersebut. Salah satunya lewat rencana mengusulkan pinjaman ke pemrintah pusat melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). "Kebijakan pusat menyiapkan dana PEN ini untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang sudah ada dalam APBD, tapi dalam tanda kutip, anggarannya kemarin di-refocusing untuk penanganan COVID-19," tandas Edi.
Sebelumnya Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah menjelaskan, program PEN ini hadir akibat rasionalisasi berbagai anggaran dari pusat. Khususnya dana transfer seperti dana alokasi khusus (DAK) yang ditarik ke pusat. Sehingga oleh pemerintah, mengalokasikan anggaran untuk mengganti lewat skema pinjaman.
"Dengan anggaran yang tersedia, lebih banyak yang bermohon daripada yang akan mendapatkan. Maka kalau kita dapat ini, harus disyukuri, karena ini adalah pinjaman dengan bunga nol persen," ucap Nurdin. Baca Lagi : Pinjaman Pemprov Rp2,9 Triliun Tunggu Verifikasi Pusat
(sri)
Lihat Juga :