Target Pendapatan Daerah Sulsel Turun Rp693 Miliar Lebih
Senin, 14 September 2020 - 07:04 WIB
loading...
Pendapatan daerah Pemprov Sulsel diestimasi akan menurun di APBD Perubahan 2020. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Pendapatan daerah Pemprov Sulsel diestimasi akan menurun di APBD Perubahan 2020 . Hal ini tergambar dalam rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2020 Pemprov Sulsel . Baca : Tarif Tol Layang Berlaku Februari 2021, 4 Gerbang Lainnya Menyesuaikan
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel , Junaedi menjelaskan dalam pada APBD pokok tahun anggaran 2020 yang ditetapkan sebelumnya, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp10,3 triliun lebih. Namun pada perubahan PPAS 2020 diestimasi mengalami penurunan 6,67% atau Rp693 miliar lebih menjadi Rp9,7 triliun lebih.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bappelitbangda Sulsel , pendapatan itu dirincikan salah satunya melalui dari Pendapatan Asli Daerah(PAD). Pada APBD Pokok 2020 PAD ditarget sebesar Rp4,4 triliun lebih. Namun pada perubahan PPAS mengalami penurunan sebesar 10,95% atau Rp492 miliar lebih menjadi Rp4,004 triliun lebih.
Selanjutnya, pendapatan transfer pada APBD Pokok 2020 dianggarkan sebesar Rp5,8 triliun lebih. Namun pada perubahan PPAS mengalami penurunan sebesar 4,61% atau Rp268 miliar lebih menjadi Rp5,5 triliun lebih. Baca Juga : Realisasi Belanja APBD Masih Rendah, Baru Capai 40,66 Persen
Kemudian lain-lain pendapatan daerah yang dianggap sah, pada APBD Pokok 2020 dianggarkan sebesar Rp81 miliar lebih. Tetapi pada perubahan PPAS mengalami peningkatan sebesar 82,79% atau Rp67 miliar lebih menjadi Rp148 miliar lebih.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Sulsel , Junaedi menjelaskan dalam pada APBD pokok tahun anggaran 2020 yang ditetapkan sebelumnya, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp10,3 triliun lebih. Namun pada perubahan PPAS 2020 diestimasi mengalami penurunan 6,67% atau Rp693 miliar lebih menjadi Rp9,7 triliun lebih.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bappelitbangda Sulsel , pendapatan itu dirincikan salah satunya melalui dari Pendapatan Asli Daerah(PAD). Pada APBD Pokok 2020 PAD ditarget sebesar Rp4,4 triliun lebih. Namun pada perubahan PPAS mengalami penurunan sebesar 10,95% atau Rp492 miliar lebih menjadi Rp4,004 triliun lebih.
Selanjutnya, pendapatan transfer pada APBD Pokok 2020 dianggarkan sebesar Rp5,8 triliun lebih. Namun pada perubahan PPAS mengalami penurunan sebesar 4,61% atau Rp268 miliar lebih menjadi Rp5,5 triliun lebih. Baca Juga : Realisasi Belanja APBD Masih Rendah, Baru Capai 40,66 Persen
Kemudian lain-lain pendapatan daerah yang dianggap sah, pada APBD Pokok 2020 dianggarkan sebesar Rp81 miliar lebih. Tetapi pada perubahan PPAS mengalami peningkatan sebesar 82,79% atau Rp67 miliar lebih menjadi Rp148 miliar lebih.
Lihat Juga :