Hari Ketujuh, 23 Santri Ponpes Al Khoziny Masih Hilang, 40 Ditemukan Meninggal
Minggu, 05 Oktober 2025 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, tim SAR gabungan tetap melanjutkan operasi pencarian sampai dipastikan sudah tidak ada jenazah atau potongan tubuh yang tersisa di lokasi kejadian.
Hari ini merupakan hari ketujuh jika dihitung sejak hari kejadian atau Senin (29/9/2025). Dalam standar prosedur pencarian dan pertolongan yang ditetapkan dalam operasi SAR atas insiden ini, telah ditentukan periode pencarian dan pertolongan dalam tenggat waktu selama tujuh hari.
Abdul Muhari menjelaskan, Operasi SAR terus dievakuasi dari hasil capaian kinerja, target dan sasaran serta kondisi lapangan termasuk berbagai pertimbangan lain dari segala aspek.
Tim SAR Gabungan dengan peralatan lengkap mulai alat pelindung diri (APD), helm, kacamata khusus SAR, sarung tangan dan sepatu boots menerobos puing pilar beton demi mengevakuasi jenazah yang telah tertimbun material selama tujuh hari.
Sejak dipastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kehidupan pada hari keempat, proses SAR telah difokuskan untuk mengevakuasi jenazah sampai selesai. Artinya, operasi ini masih tetap dilanjutkan selama lebih dari tujuh hari hingga dapat dipastikan lagi tidak ada tanda-tanda keberadaan jenazah maupun potongan tubuh manusia.
Hingga malam ini, alat berat terus menderu, personel SAR gabungan bersiaga, termasuk mobil-mobil ambulance yang terus mengangkut korban. Abdul Muhari menambahkan bahwa kemungkinan data laporan jumlah korban akan terus berkembang.
"Segenap unsur dari pemerintah pusat seperti BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan barisan para relawan terus berjuang selama 24 jam," sebutnya.
Hari Ketujuh Evakuasi
Hari ini merupakan hari ketujuh jika dihitung sejak hari kejadian atau Senin (29/9/2025). Dalam standar prosedur pencarian dan pertolongan yang ditetapkan dalam operasi SAR atas insiden ini, telah ditentukan periode pencarian dan pertolongan dalam tenggat waktu selama tujuh hari.
Abdul Muhari menjelaskan, Operasi SAR terus dievakuasi dari hasil capaian kinerja, target dan sasaran serta kondisi lapangan termasuk berbagai pertimbangan lain dari segala aspek.
Tim SAR Gabungan dengan peralatan lengkap mulai alat pelindung diri (APD), helm, kacamata khusus SAR, sarung tangan dan sepatu boots menerobos puing pilar beton demi mengevakuasi jenazah yang telah tertimbun material selama tujuh hari.
Sejak dipastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kehidupan pada hari keempat, proses SAR telah difokuskan untuk mengevakuasi jenazah sampai selesai. Artinya, operasi ini masih tetap dilanjutkan selama lebih dari tujuh hari hingga dapat dipastikan lagi tidak ada tanda-tanda keberadaan jenazah maupun potongan tubuh manusia.
Hingga malam ini, alat berat terus menderu, personel SAR gabungan bersiaga, termasuk mobil-mobil ambulance yang terus mengangkut korban. Abdul Muhari menambahkan bahwa kemungkinan data laporan jumlah korban akan terus berkembang.
"Segenap unsur dari pemerintah pusat seperti BNPB, Basarnas, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan barisan para relawan terus berjuang selama 24 jam," sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :