Lagi, Ibu Hamil di Bukittinggi Ditolak Melahirkan di RS

Senin, 04 Mei 2020 - 08:52 WIB
loading...
Lagi, Ibu Hamil di Bukittinggi...
Kasus ibu hamil ditolak saat akan melahirkan di RS kembali terjadi di Bukittinggi, Sumbar. Kali ini dialami oleh Sri Mahayu (33) warga Mandiangin, Koto Selayan. Foto/iNews TV/Wahyu Sikumbang
A A A
BUKITTINGGI - Kasus ibu hamil ditolak saat akan melahirkan di rumah sakit (RS) kembali terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kali ini dialami oleh Sri Mahayu (33) warga Mandiangin, Koto Selayan, Bukittinggi .

Di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sri Hamayu yang sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan harus menjalani prosedur panjang di rumah sakit. (Baca juga: Mau Melahirkan, Ibu Hamil Ditolak RS-Bidan dan Harus Jalan Kaki 5 Km)
Lagi, Ibu Hamil di Bukittinggi Ditolak Melahirkan di RS

Kejadian berawal papda Sabtu, 2 Mei 2020 saat Sri mengalami pecah ketuban dan tanda-tanda akan segera melahirkan. Saat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Bukittinggi, Sri menjalani sejumlah proses untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Ema Malini, adik Sri mengungkapkan proses awalnya berjalan lancar. Namun tiba-tiba kakaknya batal mendapat pelayanan. Diduga hal itu karena saat ditanya tentang suaminya, Sri menjelaskan bahwa Rinaldi (47), suaminya bekerja di Kota Duri, Riau

Sri tidak jadi dilayani dan disuruh oleh ke rumah sakit lain dengan alasan karena kontak dengan orang dari daerah terjangkit COVID-19.

“Jam setengah tiga subuh keluar tanda, terus jam setengah sembilan pecah ketuban langsung inisiatif ke rumah sakit, ada sekitar satu jam menunggu, lalu ditanya di mana suaminya,” ujarnya.

Setelah dijawab bekerja di Duri dan dijelaskan pulang terakhir pada 15 Maret 2020 lalu, paramedis ragu dan menyuruh tunggu dokter karena mereka yang memutuskan. “Lalu perawat keluar dan mengatakan tidak bisa diproses di sini disuruh pergi ke rumah sakit Achmad Mochtar atau Yarsi karena takutnya ketuban sudah pecah. Di kedua RS itu ada alat mendeteksi terjangkit COVID-19 atau tidak. Selanjutnya kami pergi tidak mau ke RS Achmad Mochtar atau Yarsi karena takutnya nanti banyak prosedur akan lama dilayani sedangkan air ketuban sudah pecah,” kata Ema.

Akhirnya, Sri dan Ema pergi ke bidan praktek swasta di pinggir kota. Keduanya mengaku tidak pergi ke rumah sakit yang disarankan dokter di rumah sakit sebelumnya karena khawatir akan menjalani proses panjang.

Beberapa jam setelah sampai di bidan, Sri Sabtu (2/5/2020) siang melahirkan bayi dengan berat 3,3 kg dan panjang 48 cm.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjuangan Ibu Hamil...
Perjuangan Ibu Hamil Asal Tangerang Mudik Naik Motor ke Cilacap, Sering Berhenti untuk Istirahat
Baznas RI Evakuasi Ibu...
Baznas RI Evakuasi Ibu Hamil Terjebak Banjir yang Hendak Melahirkan di Karawang
Momen Prabowo Elus Perut...
Momen Prabowo Elus Perut Ibu Hamil di RSUD Koja
Seorang Ibu Hamil Jadi...
Seorang Ibu Hamil Jadi Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran
Ibu Hamil dan Bayinya...
Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal Ditolak RS di Papua, DPD RI Desak Kemenkes Bertindak
LKMI Manado Sebut MBG...
LKMI Manado Sebut MBG Bangun Generasi Sehat dan Produktif
BGN Wajibkan Dapur MBG...
BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita, Ahli Gizi: Fokus Tekan Stunting
Unggahan Alyssa Daguise...
Unggahan Alyssa Daguise Usai Melahirkan Viral, Netizen Ramai Beri Dukungan
Lindi Fitriyana Melahirkan,...
Lindi Fitriyana Melahirkan, Virgoun Langsung Perkenalkan Wajahnya ke Publik
Rekomendasi
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved