Ribut saat Bahas Anggaran, Pejabat Polisikan Legislator Bulukumba
Rabu, 09 September 2020 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
"Saya menanyakan 'tabe kenapa kita bilang TAPD pencuri'. Tapi permintaan klarifikasi saya tidak diterima dengan baik," jelasnya.
Menurut Awal, dirinya dianggap melakukan pengancaman kepada Bakti. Padahal menurutnya, ia tidak melontarkan ancaman dan hanya meminta klarifikasi secara baik-baik namun direspons berbeda.
"Beliau (Bakti) lalu berdiri dan mendorong kursinya dan menarik kerah baju saya. Jadi saat dia memutar kerah baju saya, kukunya mengenai leher saya hingga mengalami luka," sambung Awal.
Baca Juga: Bupati Bulukumba Lantik 17 Pejabat Fungsional
Terpisah, Muhammad Bakti yang dikonfirmasi mengaku jika kejadian tersebut bermula pada saat waktu salat duhur tiba. Ia melakukan skorsing dan memanggil Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba, Andi Irma Damayanti, ke meja pimpinan rapat.
Bakti memanggil Irma, untuk meminta penjelasan terkait pendapatan di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, yang dilaporkan hanya sebesar Rp51 miliar. Padahal ada target yang telah disepakati dalam APBD Pokok 2020 sebesar Rp86 miliar. Dan sepengetahuan Bakti, di Juni 2020, PAD di RSUD sudah Rp50 miliar.
Menurut Awal, dirinya dianggap melakukan pengancaman kepada Bakti. Padahal menurutnya, ia tidak melontarkan ancaman dan hanya meminta klarifikasi secara baik-baik namun direspons berbeda.
"Beliau (Bakti) lalu berdiri dan mendorong kursinya dan menarik kerah baju saya. Jadi saat dia memutar kerah baju saya, kukunya mengenai leher saya hingga mengalami luka," sambung Awal.
Baca Juga: Bupati Bulukumba Lantik 17 Pejabat Fungsional
Terpisah, Muhammad Bakti yang dikonfirmasi mengaku jika kejadian tersebut bermula pada saat waktu salat duhur tiba. Ia melakukan skorsing dan memanggil Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Bulukumba, Andi Irma Damayanti, ke meja pimpinan rapat.
Bakti memanggil Irma, untuk meminta penjelasan terkait pendapatan di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, yang dilaporkan hanya sebesar Rp51 miliar. Padahal ada target yang telah disepakati dalam APBD Pokok 2020 sebesar Rp86 miliar. Dan sepengetahuan Bakti, di Juni 2020, PAD di RSUD sudah Rp50 miliar.
Lihat Juga :