Kim Jong-un Muncul, Perbatasan Korsel-Korut Memanas

Minggu, 03 Mei 2020 - 17:47 WIB
loading...
Kim Jong-un Muncul, Perbatasan Korsel-Korut Memanas
Foto/SINDOnews
A A A
SEOUL - Perbatasan antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) tengah memanas ketika pagi tadi masing-masing tentara dari kedua negara itu saling melepaskan tembakan. Hingga saat ini dilaporkan belum ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Beberapa tembakan dilancarkan dari Korut pada pukul 7.41 pagi waktu setempat menuju sebuah pos penjagaan di Korsel yang berbatasan dengan Korut," kata kepala staf gabungan Korsel dalam sebuah pernyataan.

"Korsel merespons dengan menembakkan dua tembakan ke arah Korut. Tidak ada cedera yang dilaporkan dalam insiden ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Minggu (3/5/2020). Sejauh ini belum ada pernyataan apa pun dari Korut mengenai insiden tersebut.

Baku tembak ini terjadi sehari setelah pemimpin Korut Kim Jong-un kembali muncul di hadapan publik. Selama hampir tiga pekan Kim Jong-un menghilang sehingga membuat banyak pihak berspekulasi mengenai kesehatanya. ( Baca:Impor 500 TKA China Dianggap Sebagai Bukti Kegagalan Pemerintah )

Misteri tentang kondisi kesehatan Kim Jong-un menyeruak setelah ia melewatkan perayaan ulang tahun kelahiran pendiri negara itu ,sekaligus kakeknya, Kim Il Sung, pada 15 April. Hari itu adalah hari libur utama di Korut dan Kim Jong-un sebagai pemimpin biasanya berkunjung ke makam kakeknya.

Tapi, kemarin kantor berita resmi Korut, KCNA, melaporkan bahwa pria yang diduga berusia 36 tahun itu akan menghadiri penyelesaian pabrik pupuk di wilayah utara Ibu Kota, Pyongyang.

KCNA melaporkan bahwa Kim Jong-un memotong pita pada hari Jumat. "Mereka yang menghadiri acara tersebut bersorak 'Hore' bagi Pemimpin Tertinggi yang memimpin pawai semua orang untuk mencapai tujuan besar kemakmuran," tulis KCNA.

KCNA melaporkan bahwa Kim Jong-un menyatakan kepuasannya tentang sistem produksi pabrik pupuk. Jong-un mengatakan pabrik itu memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan industri kimia dan produksi makanan negara itu.
(ihs)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1608 seconds (0.1#10.140)