500 Prajurit TNI Tiba di Papua, Antisipasi Kerawanan di Pegunungan
Senin, 07 September 2020 - 00:53 WIB
loading...
A
A
A
Satgas Yonif PR 432/WSJ tersebut akan menggantikan Satgas Panrahwan yang lama, yakni Yonif Raider Khusus 751/VJS yang merupakan satuan organik Kodam XVII/Cenderawasih.
"Mereka akan mengisi 20 pos yang tersebar dari mulai Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo. sampai dengan Mamberamo Raya," kata Izak, Minggu (6/9/2020).
Dijelaskan, pelibatan Satuan Non Organik Kodam XVII/Cenderawasih dalam melaksanakan pengamanan wilayah rawan di Papua, sebagai upaya pemenuhan kekurangan personel organik yang ada.
"Personel organik sudah tergelar, dan saat ini waktunya mereka untuk diganti sehingga harus melibatkan personel dari luar. Jika tidak, maka personel organik ini tidak akan memiliki waktu untuk istirahat. Sedangkan personel kewilayahan seperti Babinsa jumlahnya terbatas untuk mengcover seluruh wilayah. Maka dari itu, perlu adanya Satgas Panrahwan seperti ini," jelasnya.
Dikatakan, sebelum diterjunkan di wilayah penugasa, seluruh personel akan diberikan pembekalan khusus di Rindam XVII/Cenderawasih. (Baca juga: Baru Mendaftar ke KPU, Wabub Banyuwangi Sindir Istri Bupati )
"Kita akan membekali personel Satgas Panrahwan sebelum masuk ke pos-pos, agar mereka siap dalam melaksanakan tugas dan mengerti dengan tugas pokoknya. Hal ini kita lakukan untuk mencegah adanya personel yang masih belum mengerti tugasnya, sehingga diharapkan tidak sampai melakukan tindakan-tindakan yang kontraproduktif. Hal tersebut tentunya supaya sejalan dengan tujuan Korem 172/PWY yakni menciptakan kedamaian di tanah Papua , tanpa ada lagi pertumpahan darah," katanya.
"Mereka akan mengisi 20 pos yang tersebar dari mulai Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo. sampai dengan Mamberamo Raya," kata Izak, Minggu (6/9/2020).
Dijelaskan, pelibatan Satuan Non Organik Kodam XVII/Cenderawasih dalam melaksanakan pengamanan wilayah rawan di Papua, sebagai upaya pemenuhan kekurangan personel organik yang ada.
"Personel organik sudah tergelar, dan saat ini waktunya mereka untuk diganti sehingga harus melibatkan personel dari luar. Jika tidak, maka personel organik ini tidak akan memiliki waktu untuk istirahat. Sedangkan personel kewilayahan seperti Babinsa jumlahnya terbatas untuk mengcover seluruh wilayah. Maka dari itu, perlu adanya Satgas Panrahwan seperti ini," jelasnya.
Dikatakan, sebelum diterjunkan di wilayah penugasa, seluruh personel akan diberikan pembekalan khusus di Rindam XVII/Cenderawasih. (Baca juga: Baru Mendaftar ke KPU, Wabub Banyuwangi Sindir Istri Bupati )
"Kita akan membekali personel Satgas Panrahwan sebelum masuk ke pos-pos, agar mereka siap dalam melaksanakan tugas dan mengerti dengan tugas pokoknya. Hal ini kita lakukan untuk mencegah adanya personel yang masih belum mengerti tugasnya, sehingga diharapkan tidak sampai melakukan tindakan-tindakan yang kontraproduktif. Hal tersebut tentunya supaya sejalan dengan tujuan Korem 172/PWY yakni menciptakan kedamaian di tanah Papua , tanpa ada lagi pertumpahan darah," katanya.
Lihat Juga :