Belalang Goreng di Gunungkidul Diburu Wisatawan, Gara-gara Dadan Hindayana?

Selasa, 28 Januari 2025 - 10:34 WIB
loading...
Belalang Goreng di Gunungkidul...
Kuliner ekstrem belalang goreng di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi buruan para wisatawan saat libur panjang. FOTO/KISMAYA WIBOWO
A A A
GUNUNGKIDUL - Kuliner ekstrem belalang goreng di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi buruan para wisatawan saat libur panjang. Cara pembuatan belalang goreng dadakan ini pun terbilang mudah.

Belalang yang didapatkan dari pengepul dibersihkan dari segala kotoran untuk kemudian diberi bumbu-bumbu berupa bawang merah, bawang putih, penyedap rasa, dan garam agar menambah cita rasa yang ada.

Bagi yang suka dengan rasa pedas, bisa ditambah sambal. Setelah semua bumbu tercampur, barulah belalang digoreng. Adapun harganya, Rp25.000 hingga Rp30.000 per toples kecil.

Belalang Goreng di Gunungkidul Diburu Wisatawan, Gara-gara Dadan Hindayana?


Baca juga: Contoh Peribahasa Menggunakan Kata Belalang, Nomor 3 Bermakna Pekerjaan yang Sia-sia



Sedangkan per kilogramnya Rp500.000. Sejumlah wisatawan pun mengaku baru pertama kali mencoba kuliner ekstrem belalang goreng tersebut. “Rasanya mirip udang,” kata seorang siswa Alin Daffa Putri yang membeli belalang goreng bersama keluarganya di pinggir jalan daerah Gunungkidul, Selasa (28/1/2025).

Belalang Goreng di Gunungkidul Diburu Wisatawan, Gara-gara Dadan Hindayana?


Hal senada dikatakan seorang wisatawan asal Semarang Gumara Andi. “Penasaran sama rasanya, baru pertama kali ini. Buat oleh-oleh cocok,” katanya.

Belalang Goreng di Gunungkidul Diburu Wisatawan, Gara-gara Dadan Hindayana?


Baca juga: Dadan Hindayana Ditertawakan Warga Gunungkidul, Harga 15 Ekor Belalang Rp35.000

Belalang Goreng di Gunungkidul Diburu Wisatawan, Gara-gara Dadan Hindayana?

Wacana Serangga Jadi Menu Makan Bergizi Gratis


Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang untuk memasukkan serangga ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah). Langkah itu dilakukan lantaran serangga bisa menjadi sumber protein.

Baca juga: Wacana Serangga Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Irma Suryani Bakal Tegur Dadan Hindayana

"Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga (seperti) belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (25/1/2025).

Baca juga: Keluarga Kepala BGN Dadan Hindayana Diusulkan Jadi Kelinci Percobaan Makan Serangga Gratis

Kendati demikian, Dadan menilai serangga menjadi alternatif menu dalam program MBG. Apalagi, kata dia, bila ada sejumlah daerah yang terbiasa memakan serangga. "Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, itu bisa menjadi menu di situ," katanya.

Baca juga: Gara-gara Dadan Hindayana, Pejabat Kabinet Prabowo-Gibran Diminta Makan Serangga

Dadan menegaskan BGN tak menetapkan standar menu nasional, melainkan standar komposisi gizi. Ia pun menilai, sumber protein tergantung pada potensi sumber daya lokal di suatu daerah. "Nah, isi protein di berbagai daerah itu sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Jangan diartikan lain ya," kata Dadan.

Baca juga: Kepala BGN Buka Peluang Serangga Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Pengamat: Jangan Aneh-aneh

"Karena kalau di daerah yang banyak telur, ya telur lah mungkin mayoritas. Yang banyak ikan, ikan lah yang mayoritas, seperti itu. Sama juga dengan karbohidratnya, kalau orang sudah terbiasa makan jagung, ya karbohidratnya jagung. Meskipun nasi mungkin diberikan juga," imbuhnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Berita Terkini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved