Kisah Letkol Susdaryanto, Jadi Agen Mata-mata Rusia demi Sesuap Nasi
Kamis, 24 April 2025 - 07:55 WIB
loading...
Letkol Susdaryanto (kiri, baju putih) terlibat dalam jaringan mata-mata Rusia pada masa lalu. Aksi mata-mata Susdaryanto menjual data-data militer akhirnya terungkap pada 1982. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Nama Letkol Susdaryanto mungkin tidak sepopuler beberapa tokoh terkenal lainnya. Namun, ia memiliki kisah hidup menarik, terutama ketika terlibat dalam jaringan agen mata-mata Rusia pada masa lalu.
Johannes Baptista Susdaryanto lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1934. Setahun setelah masuk Angkatan Laut pada 1962, ia dikirim untuk disekolahkan lagi ke Maryland, Amerika Serikat.
Baca juga: Ikan Paus Hvaldimir Si Mata-mata Terkenal Rusia Mati di Negara NATO
Dirangkum dari berbagai sumber, Susdaryanto kembali ke Indonesia setelah menamatkan pendidikan di sana. Di Tanah Air, ia sempat menjadi perwira hingga komandan di sejumlah kapal TNI AL.
Namun, perjalanan kariernya yang semula normal justru mendadak berubah. Pada satu momen, Sudaryanto kecewa karena merasa kariernya mentok jika dibandingkan rekan-rekannya yang lain.
Susdaryanto menganggap penugasannya Departemen Pemetaan sebagai upaya untuk "memarkir" kariernya di TNI. Tak bisa dipungkiri, kariernya yang seakan macet juga berdampak pada kondisi ekonominya.
Berada dalam kondisi sulit, Susdaryanto bertemu dengan seorang pria Rusia yang menawarkan kesempatan untuk bekerja bagi pihaknya.
Johannes Baptista Susdaryanto lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1934. Setahun setelah masuk Angkatan Laut pada 1962, ia dikirim untuk disekolahkan lagi ke Maryland, Amerika Serikat.
Baca juga: Ikan Paus Hvaldimir Si Mata-mata Terkenal Rusia Mati di Negara NATO
Dirangkum dari berbagai sumber, Susdaryanto kembali ke Indonesia setelah menamatkan pendidikan di sana. Di Tanah Air, ia sempat menjadi perwira hingga komandan di sejumlah kapal TNI AL.
Namun, perjalanan kariernya yang semula normal justru mendadak berubah. Pada satu momen, Sudaryanto kecewa karena merasa kariernya mentok jika dibandingkan rekan-rekannya yang lain.
Jadi Mata-mata Rusia demi Sesuap Nasi
Susdaryanto menganggap penugasannya Departemen Pemetaan sebagai upaya untuk "memarkir" kariernya di TNI. Tak bisa dipungkiri, kariernya yang seakan macet juga berdampak pada kondisi ekonominya.
Berada dalam kondisi sulit, Susdaryanto bertemu dengan seorang pria Rusia yang menawarkan kesempatan untuk bekerja bagi pihaknya.
Lihat Juga :