Diduga Ada Kepentingan di Balik Program Kartu Prakerja

Sabtu, 02 Mei 2020 - 17:16 WIB
loading...
Diduga Ada Kepentingan...
Program Kartu Prakerja yang diluncurkan pemerintah hingga kini masih menimbulkan pro kontra di masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pelaksanaan program Kartu Prakerja terus menuai kritik dari masyarakat. Banyak pihak yang menilai program tersebut sarat masalah, sehingga pemerintah didesak untuk menghentikan program itu dan mengalihkan anggarannya untuk bantuan langsung tunai kepada masyarakat terdampak virus Corona.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menyatakan, sebenarnya pihak yang diuntungkan dalam program itu adalah penyedia modul pelatihan, bukan masyarakat yang terdampak Corona.

"Masyarakat tidak mendapat keuntungan dari program pelatihan Prakerja karena saat ini lebih perlu bantuan sosial langsung. Bukan pembelian modul pelatihan karena di Google banyak modul pelatihan gratis," kata Uchok, melalui pernyataan tertulis, Sabtu (02/05/2020).

Uchok menduga, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto tak mau mendengarkan kritik publik. Dia melihat, Kartu Prakerja menjadi tidak beres arahnya karena harga yang terlampau mahal dan pengawasan yang tidak jelas.

"Kalau enggak mau dibilang sumber masalah, batalkan dong program itu. Jika Menko Perekonomian ngotot melaksanakan, maka wajar kami menilai mungkin ada kepentingan terselubung. Pemerintah harus tahu kebutuhan rakyatnya, bukan mengakomodasi kepentingan pihak tertentu," imbuhnya.

Dugaan adanya konflik kepentingan dalam program Kartu Prakerja itu karena Airlangga ngotot melanjutkan program tersebut. Sementara, suara publik dan mayoritas fraksi di DPR yang menentang sudah terdengar jelas. "BPK bisa mengaudit pelaksanaan Kartu Prakerja yang berjalan tanpa melalui tender, dan bisa diketahui siapa paling diuntungkan dalam program itu," ungkapnya.

Maka itu, Uchok menyarankan sebaiknya pemerintah menghentikan pelaksanaan program pelatihan Kartu Prakerja senilai Rp5,6 triliun tersebut. Karena saat ekonomi masyarakat terdampak pandemi Corona yang dibutuhkan adalah bantuan langsung atau tunai, bukan pelatihan online dengan modul yang harganya mahal dan ukuran kualitasnya tidak jelas.

"Batalkan saja program Prakerja. Harusnya pemberian bantuan langsung dari Presiden bisa dicontoh daerah atau kementerian lainnya, bukan malah jualan modul pelatihan," tandasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prakerja Gelar Temu...
Prakerja Gelar Temu Alumni dari Sabang hingga Merauke
Pertemuan Alumni Prakerja...
Pertemuan Alumni Prakerja Maluku, Sandiaga Uno: Ekonomi Kreatif, Kunci Pembangunan!
Kota Pariaman Gelar...
Kota Pariaman Gelar Sosialisasi Kartu Prakerja dan Indonesia Skills Week
Warek Unsrat : Kartu...
Warek Unsrat : Kartu Prakerja Jokowi Tingkatkam Kompetensi Kerja
Kartu Prakerja yang...
Kartu Prakerja yang Digagas Presiden Jokowi Kembangkan Skill Menuju Dunia Kerja
Jebol Data Penduduk,...
Jebol Data Penduduk, Sindikat Pembuat Kartu Prakerja Fiktif Untung Rp18 Miliar
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved