Jebol Data Penduduk, Sindikat Pembuat Kartu Prakerja Fiktif Untung Rp18 Miliar
Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:55 WIB
loading...
Ilustrasi kartu prakerja. Foto: Istimewa/Internet
A
A
A
BANDUNG - Polda Jawa Barat membongkar praktik pembuatan Kartu Prakerja fiktif yang telah berlangsung sejak 2019. Para pelaku meraup untung hingga Rp18 miliar dari praktik jahatnya itu.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Arief Rachman mengungkapkan, modus para pelaku yang tergabung dalam sebuah sindikat, yakni menjebol data base kependudukan yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di sejumlah daerah.
"Pelaku diduga mengakses data base kependudukan secara ilegal yang kemudian digunakan untuk membuat Kartu Prakerja fiktif yang merupakan program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ungkap Arief dalam keterangan resminya, Sabtu (4/12/2021).
Baca juga: Penipuan Modus Gendam, Pria di Buleleng Bali Tipu Korbannya Puluhan Juta Rupiah
Diakui Arif, terbongkarnya praktik sindikat pembuat Kartu Prakerja fiktif ini tak lepas dari banyaknya kabar terkait kebocoran data kependudukan yang disalahgunakan, bahkan diperjualbelikan secara bebas.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Arief Rachman mengungkapkan, modus para pelaku yang tergabung dalam sebuah sindikat, yakni menjebol data base kependudukan yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di sejumlah daerah.
"Pelaku diduga mengakses data base kependudukan secara ilegal yang kemudian digunakan untuk membuat Kartu Prakerja fiktif yang merupakan program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ungkap Arief dalam keterangan resminya, Sabtu (4/12/2021).
Baca juga: Penipuan Modus Gendam, Pria di Buleleng Bali Tipu Korbannya Puluhan Juta Rupiah
Diakui Arif, terbongkarnya praktik sindikat pembuat Kartu Prakerja fiktif ini tak lepas dari banyaknya kabar terkait kebocoran data kependudukan yang disalahgunakan, bahkan diperjualbelikan secara bebas.
Lihat Juga :