Terdampak Corona, 259 Mahasiswa UNS Solo Ikuti Wisuda Secara Online
Sabtu, 02 Mei 2020 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Sebab konsekuensi dari menjadi bagian masyarakat adalah bersedia untuk mengambil amanah dan tanggungjawab sosial. Jamal mengungkapkan akibat pandemi Corona ini, setidaknya ada hikmah yang bisa dipetik. Pertama, kesehatan dan kebersihan ternyata merupakan hal yang sangat berharga, karena bisa melindunginya dari berbagai penyakit, termasuk COVID-19.
Kedua, banyak orang semakin tekun beribadah mengingat Tuhan, intropeksi diri, istirahat cukup, memiliki waktu yang panjang berkumpul dengan keluarga, hingga bumi akhirnya punya waktu untuk istirahat dari berbagai paparan polusi udara, jalanan yang lengang, dan masih banyak lagi perubahan drastis yang terjadi di bumi ini.
Ketiga, dunia pendidikan menjadi akrab dengan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran dan kegiatan non akademis lainya. Cara-cara baru mengelola perguruan tinggi harus ditempuh, termasuk yang dilakukan UNS saat ini. Dosen dituntut harus menguasai komunikasi online Synchronous dan Asynchronous untuk mendukung perkuliahan dan ujian-ujian.
Juga harus piawai memainkan gawai Zoom Cloud Meeting, WhatsApp group, Google Classroom, SPADA, Open Course Ware (OCW) dan lain-lain.Sedangkan untuk susunan acara wisuda secara daring, susunannya meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan oleh Rektor, laporan Wakil Rektor Bidang Akademik dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Rektor.
Pewisudaan oleh Rektor secara simbolis dimulai dengan Rektor mewisuda wakil wisudawan diikuti oleh seluruh wisudawan. Wisudawan Progam Diploma dan Sarjana memindahkan kucir toga dipindahkan oleh bapak/ibu/wali masing-masing, wisudawan Program S2, S3, PPDS, dan Program Profesi kucir tidak perlu dipindahkan.
Lalu dilanjutkan pelantikan wisudawan oleh Rektor, pembacaan Prasetya alumni, amanat Rektor, doa dan penutup. Dalam wisuda daring, Panglima TNI Marsekal Dr (H.C) Hadi Tjahjanto memberikan orasi ilmiahnya. Panglima TNI menyampaikan dengan menganologikan sebuah peperangan dan COVID-19 ini sebagai musuh.
Kedua, banyak orang semakin tekun beribadah mengingat Tuhan, intropeksi diri, istirahat cukup, memiliki waktu yang panjang berkumpul dengan keluarga, hingga bumi akhirnya punya waktu untuk istirahat dari berbagai paparan polusi udara, jalanan yang lengang, dan masih banyak lagi perubahan drastis yang terjadi di bumi ini.
Ketiga, dunia pendidikan menjadi akrab dengan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran dan kegiatan non akademis lainya. Cara-cara baru mengelola perguruan tinggi harus ditempuh, termasuk yang dilakukan UNS saat ini. Dosen dituntut harus menguasai komunikasi online Synchronous dan Asynchronous untuk mendukung perkuliahan dan ujian-ujian.
Juga harus piawai memainkan gawai Zoom Cloud Meeting, WhatsApp group, Google Classroom, SPADA, Open Course Ware (OCW) dan lain-lain.Sedangkan untuk susunan acara wisuda secara daring, susunannya meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan oleh Rektor, laporan Wakil Rektor Bidang Akademik dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Rektor.
Pewisudaan oleh Rektor secara simbolis dimulai dengan Rektor mewisuda wakil wisudawan diikuti oleh seluruh wisudawan. Wisudawan Progam Diploma dan Sarjana memindahkan kucir toga dipindahkan oleh bapak/ibu/wali masing-masing, wisudawan Program S2, S3, PPDS, dan Program Profesi kucir tidak perlu dipindahkan.
Lalu dilanjutkan pelantikan wisudawan oleh Rektor, pembacaan Prasetya alumni, amanat Rektor, doa dan penutup. Dalam wisuda daring, Panglima TNI Marsekal Dr (H.C) Hadi Tjahjanto memberikan orasi ilmiahnya. Panglima TNI menyampaikan dengan menganologikan sebuah peperangan dan COVID-19 ini sebagai musuh.
Lihat Juga :