Kisah Kerajaan Tertua Tarumanegara, Ada Raja yang Berkuasa sampai 39 Tahun

Rabu, 30 Oktober 2024 - 07:13 WIB
loading...
Kisah Kerajaan Tertua...
Raja Purnawarman memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan pemerintahan Tarumanegara. Dia memerintah selama 39 tahun. Di masanya kerajaan mengalami kemajuan pesat dan menguasai 48 kerajaan kecil di Pulau Jawa. Foto: Ist
A A A
TARUMANEGARAmenjadi kerajaan tertua di Pulau Jawa yang berdiri usai Kerajaan Kutai di Pulau Kalimantan. Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasinghawarman pada tahun 358 M.

Pada masa itu, Raja Jayadirajaguru Jayasinghawarman melarikan diri bersama masyarakat Sunda dari kejaran musuh. Kerajaan mengalami serangan secara bertubi-tubi hingga pada akhirnya Raja pergi ke tempat pengasingan.

Baca juga: Kisah Kerajaan Majapahit dapat Bonus Besar dari Penaklukkan Swarnabhumi

Di tempat tersebut, Jayadirajaguru Jayasinghawarman mendirikan kerajaan baru yang bernama Tarumanegara. Nama Tarumanegara diambil dari nama tanaman yang tumbuh lebat di sekitar Sungai Citarum. Pada zaman dahulu, tanaman ini sering digunakan masyarakat setempat sebagai pewarna kain tenun dan pengawet pakaian.

Selain itu, di era Kerajaan Tarumanegara terkenal pengekspor terbesar tanaman Citarum sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Pajajaran: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran". Bahkan, tanaman ini menjadi komoditas terbesar Kerajaan Tarumanegara.

Berdasarkan temuan, kerajaan ini mulai ada sekitar abad 4 Masehi hingga abad 7 Masehi. Total ada 12 raja yang bertahta di kerajaan di Pulau Jawa bagian barat ini.

Jayasinghawarman adalah raja pertama Kerajaan Tarumanegara. Dia memerintah selama 24 tahun yakni dari tahun 358 M-382 M. Walaupun tergolong singkat, Raja Jayasinghawarman merupakan raja yang terkenal, sebab dia orang pertama kali yang mendirikan kerajaan.

Jayasinghawarman seorang Maharesi (Pendeta mulia) yang berasal dari India. Di masa pemerintahannya pula, pusat Kerajaan Tarumanegara dipindahkan yang awalnya dari Rajapura ke Tarumanegara.

Raja kedua yakni Dharmayawarman. Dia adalah anak Jayasinghawarman yang meninggal. Dia menjabat sebagai Raja Tarumanegara selama 13 tahun yakni 382 M hingga 395 M. Tidak banyak data yang menyatakan keberadaan Raja Tarumanegara kedua ini.

Namun, mengacu pada naskah Wangsakerta, naskah yang memuat para Raja Tarumanegara menyatakan bahwa Dharmayawarman adalah raja kedua menggantikan sang ayah Jayasinghawarman.

Usai masa Dharmayawarman mangkat, Purnawarman bertahta di raja ketiga mulai 395 M-434 M. Purnawarman merupakan raja besar yang pernah memimpin Kerajaan Tarumanegara.

Dalam prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebun Kopi, dan Prasasti Pasir Jambu, memberi fakta bahwa Raja Purnawarman memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan pemerintahan Tarumanegara.

Raja Purnawarman

Purnawarman memerintah di Kerajaan Tarumanegara selama 39 tahun atau melebihi kekuasaan Presiden Soeharto berkuasa 32 tahun. Di masanya pula kerajaan mengalami kemajuan pesat dan menguasai 48 kerajaan kecil di beberapa wilayah Pulau Jawa.

Suryawarman menjadi raja ketujuh dari Kerajaan Tarumanegara. Sosok raja ke-5 dan ke-6 Tarumanegara yang menjadi misteri karena bukti sejarah yang kurang. Sosok Suryawarman naik tahta jadi raja mulai 535 M-561 M.

Baca juga: Kisah Kerajaan Kanjuruhan, Perjuangan di Tengah Kepungan Mataram Kuno

Raja Suryawarman memimpin Kerajaan Tarumanegara selama 26 tahun. Dalam memimpin kerajaan, Raja Suryawarman berbeda dengan ayahnya. Dia memilih memusatkan pemerintahan kerajaan di daerah timur, sekarang masuk wilayah Cirebon.

Di masa Raja Suryawarman ini tumbuh beberapa kerajaan kecil bernama Kendan di Bandung dan Garut oleh menantunya bernama Manikmaya. Lambat laun pada 612 Masehi kerajaan kecil tersebut tumbuh pesat atas dorongan Kerajaan Galuh yang waktu itu dipimpin cicit Manikmaya.

Minimnya bukti menjadikan sisi sejarah Tarumanegara gelap. Hasilnya hanya diketahui bahwa siapa sosok raja terakhirnya. Sosok Linggawarman yang memerintah pada 666 Masehi hingga 669 Masehi disebut sejarawan Prof Slamet Muljana menjadi raja terakhir Tarumanegara.

Sosok Linggawarman yang tidak memiliki anak laki-laki membuat penerus kerajaan terputus. Sedangkan syarat menjadi raja haruslah seorang laki-laki. Linggawarman hanya memiliki dua putri bernama Minasih Putri dan Sobakancana.

Supaya keturunan tidak terputus, Linggawarman menikahkan anaknya Putri Minasih dengan Tarusbawa yang merupakan raja pertama Kerajaan Sunda Galuh.

Sedangkan, Sobakancana dinikahkan dengan Daputa Hyang Sri, pendiri Kerajaan Sriwijaya. Sayang di masa Linggawarman memasuki abad ke-7 ini serangan dari Kerajaan Sriwijaya membuat kerajaan runtuh.

Seiring runtuhnya Tarumanegara oleh Kerajaan Sriwijaya membuat kerajaan-kerajaan kecil di bawahnya berkembang. Kerajaan Sunda Galuh di bawah pimpinan Tarusbawa, salah satunya berkembang karena memiliki sistem pemerintahan yang baik.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Puncak Arus Balik Lebaran...
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, 142.288 Orang dan 37.634 Menyeberang ke Pulau Jawa
Waspada! Hujan Lebat...
Waspada! Hujan Lebat Berpotensi Melanda Pulau Jawa hingga 21 Februari 2026
Kisah Raja Purnawarman...
Kisah Raja Purnawarman Mengendalikan Banjir di Tarumanegara dengan Membuat Kali Bekasi
Daftar Raja Kerajaan...
Daftar Raja Kerajaan Sriwijaya, dari Awal hingga Masa Keruntuhan
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Pakar Hidrologi Buka...
Pakar Hidrologi Buka Suara Terkait Cuaca Ekstrem Melanda Jawa
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Jajarannya Buat Grand Design Selesaikan Masalah Banjir Jawa
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved