Aparat Diminta Netral dan Profesional di Pilkada Sampang 2024
Senin, 16 September 2024 - 13:44 WIB
loading...
Ketua Front Pemuda Madura (FPM), Muchlas Samorano. Foto/Istimewa
A
A
A
SAMPANG - Dua bulan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sampang berembus isu soal kekhawatiran netralitas aparat penegak hukum (APH). Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Front Pemuda Madura (FPM), Muchlas Samorano.
“Bukan tanpa sebab, ada dugaan sejumlah kepala desa dan kepala dinas di Kabupaten Sampang yang tiba-tiba dipanggil Polres untuk dimintai keterangan klarifikasi soal anggaran Dana Desa,” ujar Muchlas, Senin (16/9/2024).
Baca juga: Pejabat Utama Polres Sampang Dimutasi, Berikut Daftar Namanya
Menurut Muchlas, kejanggalan ini mencuat karena merupakan kali pertama adanya pemeriksaan pertanggungjawaban Dana Desa oleh Polres Sampang. Apalagi, pemanggilan ini berdekatan dengan pencoblosan Pilkada Sampang 2024.
Kata Muchlas, masyarakat mengendus dugaan indikasi politis dan pelanggaran undang-undang APH. Pemeriksaan distribusi anggaran Dana Desa kepada sejumlah kepada desa di Sampang, menurutnya membuat publik Sampang curiga APH tidak netral, diskriminatif, dan politis.
“Bukan tanpa sebab, ada dugaan sejumlah kepala desa dan kepala dinas di Kabupaten Sampang yang tiba-tiba dipanggil Polres untuk dimintai keterangan klarifikasi soal anggaran Dana Desa,” ujar Muchlas, Senin (16/9/2024).
Baca juga: Pejabat Utama Polres Sampang Dimutasi, Berikut Daftar Namanya
Menurut Muchlas, kejanggalan ini mencuat karena merupakan kali pertama adanya pemeriksaan pertanggungjawaban Dana Desa oleh Polres Sampang. Apalagi, pemanggilan ini berdekatan dengan pencoblosan Pilkada Sampang 2024.
Kata Muchlas, masyarakat mengendus dugaan indikasi politis dan pelanggaran undang-undang APH. Pemeriksaan distribusi anggaran Dana Desa kepada sejumlah kepada desa di Sampang, menurutnya membuat publik Sampang curiga APH tidak netral, diskriminatif, dan politis.
Lihat Juga :