Lewat Kampung Inklusi, Bupati Dorong Terwujudnya Trenggalek Inklusif
Kamis, 27 Agustus 2020 - 09:59 WIB
loading...
Bupati Trenggalek M Nur Arifin saat Bimbingan Teknik Keterampilan Kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bagi penyandang disabilitas.Foto/ist
A
A
A
TRENGGALEK - Dorong terwujudnya Trenggalek menjadi kabupaten inklusif, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berkolaborasi bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknik Keterampilan Kelembagaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bagi penyandang disabilitas di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Sambirejo, Rabu (26/8/2020).
Di pondok yang lebih dikenal dengan Pondok Gunung Kebo ini, 30 penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti pelatihan membuat batik ciprat selama 4 hari mulai dari 24 hingga 27 Agustus 2020.
(Baca juga: Hadapi Pandemi COVID-19, Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Diperhatikan )
Membuka pelatihan ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berharap kegiatan ini dapat memberikan keterampilan bagi penyandang disabilitas dan ODGJ. Sehingga kedepan diharapkan mereka lebih bersemangat untuk berdaya dan produktif.
Selain itu, Pondok Pesantren Gunung Kebo dipilih menjadi Kampung Inklusi mengingat pondok ini dalam beberapa tahun telah menjadi tempat bagi penyandang disabilitas memperoleh beragam pelatihan dan membaur bersama warga sekitar.
Pemimpin muda ini juga mengharapkan kampung inklusi Ponpes Gunung Kebo mampu mendorong dan menginspirasi wilayah lain dalam mewujudkan inklusifitas di Trenggalek.
"Kenapa di Gunung Kebo, karena ini salah satu pondok pesantren yang menurut saya contoh kolaborasi yang sempurna," ungkap Bupati.
Di pondok yang lebih dikenal dengan Pondok Gunung Kebo ini, 30 penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti pelatihan membuat batik ciprat selama 4 hari mulai dari 24 hingga 27 Agustus 2020.
(Baca juga: Hadapi Pandemi COVID-19, Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Diperhatikan )
Membuka pelatihan ini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berharap kegiatan ini dapat memberikan keterampilan bagi penyandang disabilitas dan ODGJ. Sehingga kedepan diharapkan mereka lebih bersemangat untuk berdaya dan produktif.
Selain itu, Pondok Pesantren Gunung Kebo dipilih menjadi Kampung Inklusi mengingat pondok ini dalam beberapa tahun telah menjadi tempat bagi penyandang disabilitas memperoleh beragam pelatihan dan membaur bersama warga sekitar.
Pemimpin muda ini juga mengharapkan kampung inklusi Ponpes Gunung Kebo mampu mendorong dan menginspirasi wilayah lain dalam mewujudkan inklusifitas di Trenggalek.
"Kenapa di Gunung Kebo, karena ini salah satu pondok pesantren yang menurut saya contoh kolaborasi yang sempurna," ungkap Bupati.
Lihat Juga :