Tolak RUU Pilkada, Butet Kartaredjasa Berharap Sri Sultan HB X Terima Gerakan Sipil di Pisowanan Agung Jilid II
Kamis, 22 Agustus 2024 - 19:21 WIB
loading...
Budayawan Butet Kartaredjasa berharap Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X menerima seluruh gerakan sipil melakukan Pisowanan Agung Jilid II. Foto/Yohanes Demo
A
A
A
YOGYAKARTA - Budayawan Butet Kartaredjasa berharap Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menerima seluruh gerakan sipil melakukan Pisowanan Agung Jilid II.
Langkah itu dilakukan jika DPR RI tetap ngotot mengesahkan RUU Pilkada 2024.
Baca juga: Butet Kartaredjasa Turun ke Jalan Demo Bersama Mahasiswa Dukung Putusan MK
Pisowanan agung ini menjadi opsi apabila aksi demonstrasi yang digelar di sejumlah daerah tak menghentikan langkah DPR untuk menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan batas umur pencalonan kepala daerah.
"Harus dilanjutkan, bahkan saya sangat mengharapkan kalau sampai ini DPR sampai memutuskan, ngotot tetep itu diputuskan, saya sangat mengharapkan Raja Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima seluruh gerakan sipil melakukan Pisowanan Agung Jilid II, harus terwujud," kata Butet saat ditemui di Yogyakarta, Kamis (22/08/2024).
Butet mengatakan, sejarah telah mencatat pisowanan agung pertama dilakukan di masa Reformasi 1998. Hasilnya, pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Soeharto itu runtuh setelah dilakukannya Pisowanan Agung.
Langkah itu dilakukan jika DPR RI tetap ngotot mengesahkan RUU Pilkada 2024.
Baca juga: Butet Kartaredjasa Turun ke Jalan Demo Bersama Mahasiswa Dukung Putusan MK
Pisowanan agung ini menjadi opsi apabila aksi demonstrasi yang digelar di sejumlah daerah tak menghentikan langkah DPR untuk menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan batas umur pencalonan kepala daerah.
"Harus dilanjutkan, bahkan saya sangat mengharapkan kalau sampai ini DPR sampai memutuskan, ngotot tetep itu diputuskan, saya sangat mengharapkan Raja Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima seluruh gerakan sipil melakukan Pisowanan Agung Jilid II, harus terwujud," kata Butet saat ditemui di Yogyakarta, Kamis (22/08/2024).
Butet mengatakan, sejarah telah mencatat pisowanan agung pertama dilakukan di masa Reformasi 1998. Hasilnya, pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Soeharto itu runtuh setelah dilakukannya Pisowanan Agung.
Lihat Juga :