Kisah Perpecahan Singasari usai Raja Pertama Tewas Dibunuh Anak Tiri
Senin, 15 Juli 2024 - 06:13 WIB
loading...
Candi Singasari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menjadi tempat pendarmaan Raja Kertanagara. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
Kerajaan Singasari , yang dulunya bernama Tumapel, mengalami masa kelam usai tewasnya Ken Arok, pendiri dan raja pertamanya. Ken Arok berhasil membangun Tumapel setelah membebaskannya dari kekuasaan Kerajaan Kediri. Namun, tak lama setelah keberhasilan tersebut, sebuah tragedi besar menimpa kerajaan yang baru saja berdiri ini.
Ken Arok dibunuh oleh anak tirinya, Anusapati, yang merupakan putra dari istrinya, Ken Dedes, dengan Tunggul Ametung, penguasa Tumapel sebelum masa Ken Arok. Peristiwa pembunuhan ini menimbulkan pertumpahan darah yang berkepanjangan dan mengancam stabilitas kerajaan.
Pada masa pemerintahannya, Ken Arok menetapkan Kutaraja sebagai ibu kota Tumapel, sebagaimana tercatat dalam Kakawin Nagarakretagama. Di sisi lain, Kediri yang saat itu dikenal dengan nama Daha menjadi kota kedua di wilayah Tumapel atau Kerajaan Singasari. Keputusan Ken Arok ini memberikan Kediri peran penting dalam struktur kerajaan.
Menurut sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit," Mahisa Wunga Teleng, putra Ken Arok dari pernikahannya dengan Ken Dedes, ditunjuk sebagai raja di Kediri, yang merupakan wilayah bawahan Tumapel. Namanya juga muncul dalam Prasasti Mula Malurung dengan sebutan Bhatara Parameswara.
Baca Juga: Gayatri, Putri Cantik Kerajaan Singasari di Balik Kejayaan Majapahit
Ken Arok dibunuh oleh anak tirinya, Anusapati, yang merupakan putra dari istrinya, Ken Dedes, dengan Tunggul Ametung, penguasa Tumapel sebelum masa Ken Arok. Peristiwa pembunuhan ini menimbulkan pertumpahan darah yang berkepanjangan dan mengancam stabilitas kerajaan.
Pada masa pemerintahannya, Ken Arok menetapkan Kutaraja sebagai ibu kota Tumapel, sebagaimana tercatat dalam Kakawin Nagarakretagama. Di sisi lain, Kediri yang saat itu dikenal dengan nama Daha menjadi kota kedua di wilayah Tumapel atau Kerajaan Singasari. Keputusan Ken Arok ini memberikan Kediri peran penting dalam struktur kerajaan.
Menurut sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit," Mahisa Wunga Teleng, putra Ken Arok dari pernikahannya dengan Ken Dedes, ditunjuk sebagai raja di Kediri, yang merupakan wilayah bawahan Tumapel. Namanya juga muncul dalam Prasasti Mula Malurung dengan sebutan Bhatara Parameswara.
Baca Juga: Gayatri, Putri Cantik Kerajaan Singasari di Balik Kejayaan Majapahit
Lihat Juga :