Pesawat Jet BIJB Kembali Beroperasi di Husein Bandung, Ini Kata Dirut AP II
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 02:37 WIB
loading...
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memberikan buket bunga saat dibukanya kembali penerbangan pesawat jet di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengaku, tidak ada masalah atas pemindahan kembali pesawat jet dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka ke Bandara Husein Sastranegara Bandung. Apalagi, kedua bandara tersebut dibawah pengelolaan Angkasa Pura II.
"Ini kan sebenarnya izin operasional pesawat jet di Husein Bandung sifatnya sementara. Bagaimana pada kondisi pandemi ini, masyarakat gampang dan lebih ekonomis. Penumpang tidak perlu jauh ke (Bandara) Soekarno-Hatta atau BIJB," kata Awaluddin. (BACA JUGA: Penerbangan Jet Dibuka Kembali, Okupansi Bandung-Denpasar 70 Persen )
Menurut Awaluddin, kebijakan ini akan terus dievaluasi. Pembukaan kembali operasional pesawat besar di Bandung untuk rute domestik, tak lepas dari upaya AP II meningkatkan volume penumpang, yang turun drastis akibat pandemi. Pada periode Juli 2020 volume penumpang di 19 bandara hanya 1,5 juta penumpang. (BACA JUGA: KSAD dan Wakapolri Turun Tangan Rancang Strategi Hadapi COVID-19 di Jabar )
Awaluddin mengemukakan, pihaknya akan menerapkan multi airport system (MAS). Sistem ini menerapkan pengelolaan bandara secara terintegrasi. Sehingga tidak akan terjadi benturan antara penerbangan di Husein dan Kertajati. (BACA JUGA: Jet Bisa Mendarat Lagi di Husein Sastranegara, Bandara Kertajati Makin Nyungsep )
"Sistem ini sudah kami terapkan di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma. Bagaimana dua bandara itu saling mendukung, seperti saat Halim kebanjiran, penerbangan kami alihkan ke Soekarno Hatta," ujar dia.
"Ini kan sebenarnya izin operasional pesawat jet di Husein Bandung sifatnya sementara. Bagaimana pada kondisi pandemi ini, masyarakat gampang dan lebih ekonomis. Penumpang tidak perlu jauh ke (Bandara) Soekarno-Hatta atau BIJB," kata Awaluddin. (BACA JUGA: Penerbangan Jet Dibuka Kembali, Okupansi Bandung-Denpasar 70 Persen )
Menurut Awaluddin, kebijakan ini akan terus dievaluasi. Pembukaan kembali operasional pesawat besar di Bandung untuk rute domestik, tak lepas dari upaya AP II meningkatkan volume penumpang, yang turun drastis akibat pandemi. Pada periode Juli 2020 volume penumpang di 19 bandara hanya 1,5 juta penumpang. (BACA JUGA: KSAD dan Wakapolri Turun Tangan Rancang Strategi Hadapi COVID-19 di Jabar )
Awaluddin mengemukakan, pihaknya akan menerapkan multi airport system (MAS). Sistem ini menerapkan pengelolaan bandara secara terintegrasi. Sehingga tidak akan terjadi benturan antara penerbangan di Husein dan Kertajati. (BACA JUGA: Jet Bisa Mendarat Lagi di Husein Sastranegara, Bandara Kertajati Makin Nyungsep )
"Sistem ini sudah kami terapkan di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma. Bagaimana dua bandara itu saling mendukung, seperti saat Halim kebanjiran, penerbangan kami alihkan ke Soekarno Hatta," ujar dia.
Lihat Juga :