Jurus Pramono Bereskan Parkir Liar dengan Sistem Digitalisasi Tanpa Uang Tunai
Rabu, 23 April 2025 - 22:56 WIB
loading...
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat berdialog dengan awak media di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025). Foto/Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung hendak memberantas parkir liar, salah satunya wilayah Pasar Tanah Abang. Ia mendorong sistem parkir dengan digitalisasi tanpa uang tunai dapat menjadi solusi atas masalah perparkiran di Jakarta.
"Jadi parkir liar, yang akan diperbaiki bukan apakah dengan ormas atau tidak. Saya minta yang diperbaiki yang pertama adalah sistemnya dulu. Sistemnya harus tidak bisa lagi tidak digitalisasi. Harus digitalisasi. Dan digitalisasi itu harus bisa diterapkan di on atau off building," kata Pramono saat berdialog dengan awak media di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).
"Yang kedua harus tidak pakai uang. Selama masih pakai uang maksudnya cash, maka ruang untuk terjadi seperti yang kamu khawatirkan tentang keterlibatan, ormas atau apa pun bisa terjadi," imbuhnya.
Baca juga: Satpol PP Bongkar Tenda Demonstran Tolak UU TNI tapi Biarkan Parkir Liar Tanah Abang, Pramono Geram
Pramono memilih untuk memperbaiki sistem perparkiran di Jakarta. Sementara untuk masalah keutungan dengan sistem yang ada akan transparan.
"Jadi kalau saya yang diperbaiki sistemnya dulu. Bahwa dalam sistem itu nanti bekerja sama dengan siapa pun. Monggo-monggo aja. Tapi sistemnya sudah mengatur. Sehingga kalau kemudian ada katakanlah pembagian keuntungan dan sebagainya. Sistemnya transparan, terbuka, bisa diakses oleh siapa pun," ucapnya.
"Jadi parkir liar, yang akan diperbaiki bukan apakah dengan ormas atau tidak. Saya minta yang diperbaiki yang pertama adalah sistemnya dulu. Sistemnya harus tidak bisa lagi tidak digitalisasi. Harus digitalisasi. Dan digitalisasi itu harus bisa diterapkan di on atau off building," kata Pramono saat berdialog dengan awak media di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).
"Yang kedua harus tidak pakai uang. Selama masih pakai uang maksudnya cash, maka ruang untuk terjadi seperti yang kamu khawatirkan tentang keterlibatan, ormas atau apa pun bisa terjadi," imbuhnya.
Baca juga: Satpol PP Bongkar Tenda Demonstran Tolak UU TNI tapi Biarkan Parkir Liar Tanah Abang, Pramono Geram
Pramono memilih untuk memperbaiki sistem perparkiran di Jakarta. Sementara untuk masalah keutungan dengan sistem yang ada akan transparan.
"Jadi kalau saya yang diperbaiki sistemnya dulu. Bahwa dalam sistem itu nanti bekerja sama dengan siapa pun. Monggo-monggo aja. Tapi sistemnya sudah mengatur. Sehingga kalau kemudian ada katakanlah pembagian keuntungan dan sebagainya. Sistemnya transparan, terbuka, bisa diakses oleh siapa pun," ucapnya.
Lihat Juga :