Novel Berdamai dengan Badai, Refleksi Perjuangan Perempuan di Hari Kartini
Kamis, 24 April 2025 - 22:35 WIB
loading...
Memperingati Hari Kartini, novel Berdamai dengan Badai karya Andrei Aksana resmi diluncurkan di Rumarasa Nusantara, Jakarta, Rabu (23/4/2025). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Memperingati Hari Kartini, novel Berdamai dengan Badai karya Andrei Aksana resmi diluncurkan di Rumarasa Nusantara, Jakarta, Rabu (23/4/2025). Acara bertajuk 'Bincang Sore bersama Hanna Artiany' ini menjadi panggung refleksi dan inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia yang tengah menghadapi badai kehidupan dalam diam.
Novel ini mengangkat kisah nyata perjalanan hidup Hanna Artiany yang mengalami kekerasan verbal sejak kecil, hingga dalam pernikahan pertamanya selama 17 tahun. Alih-alih tenggelam dalam trauma, Hanna memilih bangkit, mengejar mimpi, dan memperjuangkan kebahagiaannya.
Karyanya menjadi simbol harapan bagi perempuan-perempuan lain yang mengalami pengalaman serupa, namun belum memiliki ruang untuk bersuara. Kisah Hanna juga telah diangkat ke layar kaca melalui film Sampai Nanti, Hanna yang kini tayang di platfom layanan streaming video berbasis langganan. Melihat antusiasme penonton, kisah lengkap Hanna kemudian dituangkan dalam novel oleh penulis ternama Andrei Aksana.
"Dari Hanna kita belajar, badai akan selalu ada, jadi kita harus berdamai dengan badai, supaya kita merasakan damai dan bahagia. Novel psikologi ini banyak memberikan pemahaman tentang nilai dan kehidupan harus dibaca masyarakat luas untuk memberikan inspirasi dan motivasi," kata Andre Aksana dalam keterangannya, Kamis (24/4/2025).
Peluncuran novel Berdamai dengan Badai dibuka oleh moderator Dewi Tenty Septi Artiany, yang dikenal sebagai penulis dan pemerhati UMKM dan koperasi. Sesi pertama menampilkan perbincangan menyentuh bersama aktris dan penari Asri Welas, yang juga pernah mengalami perjalanan serupa selama 17 tahun dalam rumah tangganya.
Novel ini mengangkat kisah nyata perjalanan hidup Hanna Artiany yang mengalami kekerasan verbal sejak kecil, hingga dalam pernikahan pertamanya selama 17 tahun. Alih-alih tenggelam dalam trauma, Hanna memilih bangkit, mengejar mimpi, dan memperjuangkan kebahagiaannya.
Karyanya menjadi simbol harapan bagi perempuan-perempuan lain yang mengalami pengalaman serupa, namun belum memiliki ruang untuk bersuara. Kisah Hanna juga telah diangkat ke layar kaca melalui film Sampai Nanti, Hanna yang kini tayang di platfom layanan streaming video berbasis langganan. Melihat antusiasme penonton, kisah lengkap Hanna kemudian dituangkan dalam novel oleh penulis ternama Andrei Aksana.
"Dari Hanna kita belajar, badai akan selalu ada, jadi kita harus berdamai dengan badai, supaya kita merasakan damai dan bahagia. Novel psikologi ini banyak memberikan pemahaman tentang nilai dan kehidupan harus dibaca masyarakat luas untuk memberikan inspirasi dan motivasi," kata Andre Aksana dalam keterangannya, Kamis (24/4/2025).
Peluncuran novel Berdamai dengan Badai dibuka oleh moderator Dewi Tenty Septi Artiany, yang dikenal sebagai penulis dan pemerhati UMKM dan koperasi. Sesi pertama menampilkan perbincangan menyentuh bersama aktris dan penari Asri Welas, yang juga pernah mengalami perjalanan serupa selama 17 tahun dalam rumah tangganya.
Lihat Juga :