alexametrics

Berusaha Kelabui Patroli TNI, Ratusan Liter BBM Selundupan Ditutupi Daun

loading...
Berusaha Kelabui Patroli TNI, Ratusan Liter BBM Selundupan Ditutupi Daun
Personel TNI kembali menggagalkan upaya penyelundupan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) di perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste. iNewsTV/Sefnat Besie
A+ A-
NAPAN - Personel TNI kembali menggagalkan upaya penyelundupan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) di perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste. Untuk mengelabui patroli personel TNI, 31 jeriken berisi berbagai jenis BBM disembunyikan di semak-semak dan ditutupi daun.

Namun, upaya penyelundupan tersebut gagal karena personel TNI menemukan tumpukan jeriken BBM yang disembunyikan di semak-semak di sekitar Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, Provinsi NTT. BBM dalam 31 jeriken berisi total 215 Liter dengan rincian, solar 90 liter, minyak tanah 30 liter, dan bensin 95 liter.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, Mayor Inf Hendra Saputra menuturkan, lokasi temuan BBM ini merupakan jalur utama yang kerap dilalui sehingga TNI terus melaksanakan pengintaian dan pengendapan. Lokasi di sekitar areal sektor Kiri wilayah Pos Napan Bawah, Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten TTU, Provinsi NTT.



Selain sektor Kiri Pos Napan, personel Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara juga menyisir arah rute sektor Kiri tujuan area BSP 062/2008 dan BSP 064/2008 sebab arah tersebut juga merupakan daerah rawan. (Baca juga; Patroli TNI Temukan BBM Siap Edar di Perbatasan Timor Leste)

Kuat dugaan para penyelundup akan memanfaatkan kelenggahan petugas untuk bisa menggeser BBM tersebut ke wilayah negara tetangga. "Saat ini barang bukti berupa BBM dalam kemasan 31 buah jeriken telah diamankan sementara di Pos napan, sesuai rencana akan dibawa ke Makosatgas," kata Hendra Saputra.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak