Semangat Kemerdekaan Menggema dari Tengah Samudera yang Ganas

Selasa, 18 Agustus 2020 - 13:43 WIB
loading...
Semangat Kemerdekaan...
Bendera merah putih berkibar di fasilitas SPM yang berada 10 mil dari bibir Pantai Selatan Cilacap. Foto/Dok.Pertamina
A A A
BANDUNG - Gegap gempita kemerdekaan yang menggema di seantero Nusantara rupanya dirasakan juga oleh pekerja Pertamina yang bekerja di tengah Samudera Hindia. Adalah Imam Subekti, pria berusia 34 tahun yang bekerja sebagai Loading Master ini ikut menyampaikan salam kemerdekaan dari fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang berada 10 mil dari bibir Pantai Selatan Cilacap.

Lokasi SPM yang mengapung di atas ketinggian sekitar 30 meter di tengah laut ini cukup menantang dan ekstrem. Fasilitas berdiameter sekitar 14 meter ini kerap bergoyang mengikuti irama gelombang Samudera Hindia Selatan yang dikenal cukup ganas. (Baca: Jabar Gelar Renungan Suci dan Upacara HUT ke-75 RI, Peserta Dibatasi)

"Ini tantangan kami saat bekerja. Gelombang di perairan Samudera Hindia Cilacap dikenal alurnya abadi," kata Imam yang sehari-hari bekerja sebagai Loading Master SPM pada Oil Movement 70 Pertamina Revenury RU IV Cilacap.

SPM merupakan dermaga khusus yang digunakan sebagai tempat sandar kapal tanker raksasa atau very large crude carrier (VLCC) yang membawa minyak mentah (crude) dari wilayah Timur Tengah, yaitu Arabian Light Crude (ALC) dan crude dari negara lain.

Lantaran besarnya ukuran kapal tanker, di SPM inilah titik awal serah terima crude kemudian disalurkan melalui pipa bawah laut menuju daratan Area 70 untuk kemudian diolah di Fuel Oil Complex (FOC) I dan II di kilang RU IV Cilacap.

Imam mengakui, salah satu tantangan serius yang dihadapinya saat proses penyaluran crude di SPM adalah ketika terjadi gelombang pasang. "Untuk mencapai SPM kami berangkat menggunakan tug boat dengan gelombang pasang yang alurnya bisa 3 meter," ujarnya.

Tug boat yang ditumpanginya harus mendekati dinding kapal (tanker) dengan cara menempel, dan ia harus naik tangga pilot ladder setinggi 3 meter. "Ketika tug boat naik kami harus naik, ketika tug boat turun, kami tidak boleh turun. Artinya harus bertindak di waktu yang tepat,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Menginspirasi Publik,...
Menginspirasi Publik, Booth Program Keberlanjutan Hadirkan Solusi Kurangi Limbah Tekstil di Bandung
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Rekomendasi
Bakti BCA Kembali Buka...
Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
MNC Sekuritas Berikan...
MNC Sekuritas Berikan Welcome Reward Berupa Special Fee untuk Investor Baru
VAR Untungkan Portugal...
VAR Untungkan Portugal di Piala Dunia 2026, Kenapa Gol Injury Time Kroasia Dianulir?
Berita Terkini
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Rakernas XVIII APEKSI...
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
BNN-Bea Cukai Sita 3,37...
BNN-Bea Cukai Sita 3,37 Ton Narkotika, Sahroni: Kejar Bandar Utamanya
Pemprov DKI Telusuri...
Pemprov DKI Telusuri Lahan Warga Pinggir Rel Pejompongan yang Terancam Digusur, Pramono: Saya Ingin Memanusiakan Orang
Ada Kebakaran Dekat...
Ada Kebakaran Dekat Rel, KRL Lintas Tangerang Mengalami Keterlambatan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved