alexametrics

Realisasi Usulan CPNS Purwakarta Hanya 6%

loading...
Realisasi Usulan CPNS Purwakarta Hanya 6%
Pemerintah pusat hanya merealisasikan sebesar 6% dari usulan 5.023 calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di lingkungan Pemkab Purwakarta. SINDOnews/Asep Supiandi
A+ A-
PURWAKARTA - Pemerintah pusat hanya merealisasikan sebesar 6% dari usulan 5.023 calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di lingkungan Pemkab Purwakarta. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), mematok kuota PNS di Purwakarta antara 317 hingga 350 orang.

Meskipun jumlah kuota jauh dari harapan, namun menurut Kabid Pengadaan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purwakarta, Muhtar Lutfi, hal tersebut tetap harus disyukuri karena jumlah penerimaannya termasuk besar dibanding penerimaan sebelumnya.

"Kecilnya kuota CPNS baru, hampir merata di seluruh daerah. Kita hanya mengusulkan, pusat yang mengeksekusi. Kita syukuri apabila dibandingkan daerah lain," ujar Muhtar, Rabu (19/9/2018).

Dia mengaku telah berupaya memperjuangkan penerimaan CPNS di Purwakarta sesuai usulan. Sebab tenaga honorer di Purwakarta jauh lebih banyak dari yang diterima pemerintah pusat.

"Usulan 5.023 orang, kuota CPNS di Purwakarta sekitar 317-350 orang. Namun jumlah itu belum pasti, jika ada perubahan pun tidak akan jauh diangka 300 orang," ungkapnya.

Pada rekrutmen CPNS 2018 ini hanya bisa diikuti oleh peserta yang berusia 18 - 35 tahun. Batasan usia itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11/2017. "Itu aturannya, jika warga ingin mencoba silakan, terutama bagi honorer," tuturnya.

Bahkan BKPSDM telah melakukan simulasi pendaftaran CPNS ke sejumlah intansi sejak Juli 2018 lalu. Simulasi tersebut nampaknya diapresiasi, sebab selain tenaga honorer, masyarakat umum pun banyak yang mengikuti simulasi yang menggunakan CAT tersebut termasuk pendaftaran CPNS.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak