Gubernur Pastikan Proyek Kereta Api Jalan Terus, Sebut Semua Pihak Bekerja Maksimal
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Mantan bupati Bantaeng dua periode ini pun meminta masyarakat tidak menghalang-halangi pembangunan KA. Toh, kata Nurdin, proyek strategis nasional tersebut dibangun demi kepentingan umum. "Jadi gini, jadi tidak ada alasan masyarakat itu menghalangi pembangunan. Karena rambu-rambunya sudah ada. Kalau mereka tidak mau (bebaskan lahan), kan ada konsinyasi. Karena ini kepentingan umum," jelas Nurdin.
Diketahui, Sekretaris Direktorat Jendral Perkeretapian Zulmafendi sempat memimpin rapat koordinasi percepatan pembangunan KA Makassar-Parepare di kantor Bupati Maros, Kamis (13/08/2020) lalu. Dia menyoroti masih lambatnya pembebasan lahan, utamanya di Kabupaten Maros.
Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel , Muhammad Arafah mengemukakan, percepatan pembangunan KA ini terfokus pada pembebasan lahan. Tahun ini difokuskan pada wilayah Kabupaten Pangkep dan Maros.
Khusus Pangkep, progres pembebasan lahannya cukup baik. Pekan depan ditargetkan sudah mencapai 40% dari target 1.970 bidang lahan yang dibutuhkan. "Kalau di Pangkep hampir praktis tidak ada masalah. Tinggal menunggu waktu saja dan diprediksi teman-teman perkeretaapian bulan depan kemungkunan sudah 75%," sebut Arafah kepada SINDOnews.
Sementara di Maros diakui melambat. Dari kebutuhan 857 bidang lahan, baru terproses 22%. Makanya, Maros menjadi perhatian. Pemerintah daerah diminta untuk gencar melakukan mediasi kepada warga agar pembebasan lahan lancar. Belum lagi, Maros disebut sebagai titik sentral jalur KA Makassar-Parepare.
Diketahui, Sekretaris Direktorat Jendral Perkeretapian Zulmafendi sempat memimpin rapat koordinasi percepatan pembangunan KA Makassar-Parepare di kantor Bupati Maros, Kamis (13/08/2020) lalu. Dia menyoroti masih lambatnya pembebasan lahan, utamanya di Kabupaten Maros.
Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel , Muhammad Arafah mengemukakan, percepatan pembangunan KA ini terfokus pada pembebasan lahan. Tahun ini difokuskan pada wilayah Kabupaten Pangkep dan Maros.
Khusus Pangkep, progres pembebasan lahannya cukup baik. Pekan depan ditargetkan sudah mencapai 40% dari target 1.970 bidang lahan yang dibutuhkan. "Kalau di Pangkep hampir praktis tidak ada masalah. Tinggal menunggu waktu saja dan diprediksi teman-teman perkeretaapian bulan depan kemungkunan sudah 75%," sebut Arafah kepada SINDOnews.
Sementara di Maros diakui melambat. Dari kebutuhan 857 bidang lahan, baru terproses 22%. Makanya, Maros menjadi perhatian. Pemerintah daerah diminta untuk gencar melakukan mediasi kepada warga agar pembebasan lahan lancar. Belum lagi, Maros disebut sebagai titik sentral jalur KA Makassar-Parepare.
Lihat Juga :