Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Minggu, 14 Juni 2026 - 11:27 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar berkembang melalui penguatan kapasitas usaha dan perluasan pasar. Salah satu pengusaha yang merasakan manfaat tersebut adalah Cinta Batik Semarang, perajin batik asal Kota Semarang yang telah menjalankan usahanya sejak 2006 dan kini menjangkau pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Pemilik Cinta Batik Semarang Iin Windhi Indah Tjahjani mengungkapkan bahwa usahanya berawal dari pelatihan membatik yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang dalam rangka revitalisasi batik Semarang. Seiring berjalannya waktu, Cinta Batik Semarang dikenal melalui produk batik tulis warna alam yang menjadi andalan karena menggunakan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan dengan harga yang tetap terjangkau.
Perjalanan membangun usaha tersebut tidak dimulai dengan kondisi yang ideal. Berbekal modal sekitar Rp50 ribu dan peralatan membatik yang masih sangat sederhana, Iin memulai produksi dengan pengetahuan yang terbatas. Berbagai kegagalan dalam pembuatan batik tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Minimnya akses untuk berkonsultasi mengenai teknik membatik mendorongnya aktif mendatangi berbagai pameran untuk mencari inspirasi sekaligus meningkatkan kualitas produknya.
“Mengenal LinkUMKM dari Rumah BUMN BRI, salah satu alasan yang membuat kita bergabung yaitu dikarenakan ada banyak kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan usaha kita,” ujar Iin.
Dalam mendukung operasional usaha, Cinta Batik Semarang juga memanfaatkan QRIS dan tabungan BRI. Saat ini produk-produknya dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari penjualan offline, marketplace, pameran, hingga kerja sama business-to-business (B2B), dengan jangkauan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Koleksi batik tersebut diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga memiliki nilai eksklusif bagi konsumen.
Pemilik Cinta Batik Semarang Iin Windhi Indah Tjahjani mengungkapkan bahwa usahanya berawal dari pelatihan membatik yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang dalam rangka revitalisasi batik Semarang. Seiring berjalannya waktu, Cinta Batik Semarang dikenal melalui produk batik tulis warna alam yang menjadi andalan karena menggunakan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan dengan harga yang tetap terjangkau.
Perjalanan membangun usaha tersebut tidak dimulai dengan kondisi yang ideal. Berbekal modal sekitar Rp50 ribu dan peralatan membatik yang masih sangat sederhana, Iin memulai produksi dengan pengetahuan yang terbatas. Berbagai kegagalan dalam pembuatan batik tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Minimnya akses untuk berkonsultasi mengenai teknik membatik mendorongnya aktif mendatangi berbagai pameran untuk mencari inspirasi sekaligus meningkatkan kualitas produknya.
“Mengenal LinkUMKM dari Rumah BUMN BRI, salah satu alasan yang membuat kita bergabung yaitu dikarenakan ada banyak kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan usaha kita,” ujar Iin.
Dalam mendukung operasional usaha, Cinta Batik Semarang juga memanfaatkan QRIS dan tabungan BRI. Saat ini produk-produknya dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari penjualan offline, marketplace, pameran, hingga kerja sama business-to-business (B2B), dengan jangkauan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Koleksi batik tersebut diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga memiliki nilai eksklusif bagi konsumen.
Lihat Juga :