Misteri Keberadaan Kerajaan Malayu usai Runtuhnya Sriwijaya di Pulau Sumatera

Jum'at, 19 Januari 2024 - 08:33 WIB
loading...
Misteri Keberadaan Kerajaan...
Salah satu peninggalan dan jejak keberadaan kerajaan di Pulau Sumatera. Foto/Istimewa
A A A
Nama Kerajaan Malayu di Pulau Sumatera mungkin masih asing dibanding nama Sriwijaya. Ya nama kerajaan ini memang masih menjadi tanda tanya, sebab sumbernya konon hanya didasari pada berita-berita dari pedagang luar negeri yang singgah di Malayu.

Konon saat itu Kerajaan Sriwijaya sudah tamat ketika Kerajaan Malayu menjadi destinasi para pedagang dari Cina. Berita-berita dari pedagang Cina itu ditafsirkan bahwa Kerajaan Malayu berada di kawasan Pulau Sumatera bagian selatan.

Tafsiran para sejarawan dan ahli didasarkan pada berita Cina yang berasal dari tahun 1462 Masehi. Dimana saat itu Cina yang dikuasai oleh Dinasti Ming, menyebut nama kerajaan di Sumatera dengan San-fo-tsi, atau namanya dahulu Kan-t'o-li.

Baca Juga: Legenda Gunung Semeru, Daerah Suci Para Dewa dan Lokasi Raja Kediri Bertapa

Sebagaimana dikutip dari “Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno”, dari berita tersebut diidentifikasikan para filolog atau ahli pembaca manuskrip - manuskrip kuno meletakkan lokasi San-fo-tsi di Pulau Sumatera.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan filolog Indonesia Poerbatjaraka yang menduga lokasinya berada di Tulangbawang, daerah aliran Sungai Tulangbawang, Lampung.

Kerajaan Tulangbawang yang dimaksud Poerbatjaraka ini kemudian ditaklukkan oleh kerajaan lain. Sebab berita Cina hanya menyebut sekali mengenai kerajaan ini. Identifikasi sejarah lain, menyamakan antara San-fo-tsi dengan Malayu.

Sementara kerajaan sebelumnya di Sumatera yang pernah berjaya yakni Kerajaan Sriwijaya sempat menyatakan pernah menaklukkan negara bernama Malayu.

Baca Juga: Misteri Batu Nisan Corak Islam Peninggalan Raja Majapahit Hayam Wuruk

Pendapat inilah yang menyatakan, adanya dugaan Kerajaan Malayu kembali muncul usai Kerajaan Sriwijaya runtuh.

Nama Malayu sendiri kembali muncul berdasarkan referensi dari kitab Kakawin Pararaton dan Kakawin Negarakretagama di masa Kerajaan Majapahit.

Di dalam kedua sumber itu disebutkan, bahwa pada tahun 1275 Raja Singasari Kertanagara mengirimkan tentaranya ke Malayu. Pengiriman pasukan ini dikenal dengan sebutan Pamalayu.

Letak Malayu yang sangat strategis di pantai timur Sumatera dekat Selat Malaka, memegang peran penting dalam dunia pelayaran, dan perdagangan melalui Selat Malaka, yaitu antara India dan Cina dengan daerah-daerah di Indonesia bagian timur.

Baca Juga: Amukan Gunung Merapi Kubur Karya Sastra Peninggalan Mataram Kuno

Bahkan di Ekspedisi Pamalayu ini Raja Kertanagara mengirimkan arca Buddha Amoghapasalokeswara serta 14 pengiringnya ke Malayu, sebagai hadiah. Hadiah ini merupakan bentuk persahabatan dan mestanya hubungan antara Singasari dan Malayu.

Keterangan mengenai hadiah dari Raja Kertanagara ini tertulis pada bagian lapik atau alas Arca Amoghapasalokeswara itu sendiri. Arca ini ditemukan kembali di daerah Sungai Langsat dekat Sijunjung, di daerah hulu Sungai Batanghari.

Setelah peristiwa ini, tidak diperoleh keterangan lainnya mengenai keadaan di Sumatera, baru kemudian pada masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani (1328-1350) diperoleh sedikit keterangan tentang daerah Malayu.

Rupa-rupanya Kerajaan Malayu ini muncul kembali sebagai pusat kekuasaan di Sumatera, sedangkan Sriwijaya setelah adanya ekspedisi Pamalayu dari Raja Kertanagara sudah tidak terdengar lagi beritanya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
DPR: Blackout Sumatera...
DPR: Blackout Sumatera Dipicu Putusnya Kabel Transmisi, Bukan Sabotase
Terungkap Penyebab Padam...
Terungkap Penyebab Padam Listrik Massal di Sumatera: Cuaca Buruk hingga Efek Banjir Bandang
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved