Dampak Amuk Massa di Jayapura, Ratusan Warga Besum Mengungsi di Nimbokrang

Rabu, 03 Januari 2024 - 12:13 WIB
loading...
Dampak Amuk Massa di...
Ratusan warga Karya Bumi Besum hingga mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (3/1/2024). Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A A A
JAYAPURA - Ratusan warga Karya Bumi Besum mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (3/1/2024). Mereka mengungsi karena terjadinya amuk massa dari warga di sekitarnya.

Sejak peristiwa amuk masa di Kampung Karya Bumi Besum pada Senin (1/1/2024) lalu, gelombang pengungsi warga ke Nimbokrang terus bertambah.

Baca juga: Amuk Massa Pecah setelah Warga Namblong Jayapura Tewas Duel dengan Aparat

Hal ini lantaran pos pengungsian awal di Masjid Al Muhajirin Kampung Karya Bumi Besum telah diduduki oleh massa yang merupakan keluarga korban duel dengan oknum aparat. Jenazah korban juga disemayamkan di masjid.

Berdasarkan data yang dihimpun, total pengungsi yang berada di Kampung Nimbokrang 1 mencapai 550 orang dengan jumlah Balita sebanyak 34 orang dan Lansia sebanyak 71 orang.

Jumlah ini tersebar dibeberapa rumah warga yang merupakan sanak famili pengungsi.

Selain di Kampung Nimbokrang, pengungsi juga berada di Kampung Benyom Jaya I dan 2. Total pengungsi dilokasi tersebut sekitar 300 jiwa.

Baca juga: Mencekam! Akibat Amuk Massa, Warga Besum Mengungsi ke Polsek dan Masjid di Nimbokrang Jayapura

Untuk dapur umum, pemerintah Kampung Nimbokrang telah menyiapkan satu dapur umum yang didirikan di Masjid Nurul Huda Nimbokrang.

Kepala Kampung Nimbokrang, Tita Puspitasari mengaku pihaknya bersama seluruh warga Nimbokrang sangat prihatin dengan kondisi yang dialami warga Besum. Terlebih atas peristiwa yang terjadi hingga ratusan warga termasuk balita dan lansia mengungsi.

"Kami dari kampung Nimbokrang melakukan semampu mungkin apa yg bisa kami lakukan, kami pihak kampung mengijinkan saudara-saudara kami warga Besum untuk masuk ke wilayah Nimbokrang, mengamankan diri disini hingga situasi benar-benar aman. Semua atas dasar kemanusiaan dan merasa kami senasib dan sepenanggungan, karena warga besum sejatinya tidak jauh beda dengan kami," kata Tita.

Diakuinya, gerak cepat warga Nimbokrang dengan menyambut warga Besum sangat luar biasa. Warga Gotong royong secara swadaya menyiapkan segala hal yang dibutuhkan pengungsi.

Tim relawan dari RT/ RW, Linmas dan PKK serta para pemuda dan aparat lain bergerak cepat untuk melayani pengungsi. Termasuk tim Kesehatan dan TNI Polri.

"Jadi yang ada sanak saudaranya warga langsung dihandle keluarganya, nanti didata dan juga dilayani kebutuhannya. Atau juga rumah yang tidak ditempati, itu juga kita gunakan untuk warga Besum. Hari pertama itu kita mennyiapkan tempat dan pendataan," ujarnya.

"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah menyalurkan bantuannya untuk saudara kami warga Besum. Terimakasih pihak BPBD, BRI, swasta dan pribadi-pribadi, baik dalam bentuk barang maupun uang. Semoga ini bisa mengcover kebutuhan warga," lanjutnya.

Untuk saat ini kebutuhan pengungsi secara keseluruhan telah tercover, baik makanan maupun lainnya. Namun demikian pihak posko mengharapkan adanya bantuan berupa suplemen atau vitamin agar kondisi kesehatan warga tetap terjaga. Selain itu juga minyak goreng, yang juga membutuhkan pasokan lebih.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Berita Terkini
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved