Kisah Runtuhnya Kemegahan Ibu Kota Majapahit usai Ditaklukkan Sultan Demak
Kamis, 28 Desember 2023 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian diangkatlah menantu Raja Bhre Kertabhumi sebagai bupati yakni Dyah Ranawijaya Girindrawawrdhana.Nama itu tercantum pada parasasti Jiyu/Dukuhan Duku O.J.O. XCII-XCV. Sementara pada berita Tionghoa dari klenteng Sam Po Kong di Semarang.
Raja Majapahit itu disebut Pa Bu Ta La, memerintah pada tahun 1488. Sedangkan pada batu tulis Jiu, Dyah Ranawijaya Girindrawardhana memerintah pada tahun Saka 1408 atau tahun Masehi 1486.
Boleh dipastikan bahwa Pa Bu Ta La itu sama dengan Girindrawardhana. Majapahit tetap masih berdiri, tetapi sebagai negara bawahan Demak. Kerajaan Majapahit harus membayar pajak kepada negara Islam Demak.
Baca Juga: Kegagalan Demak Islamkan Pejabat Majapahit Berujung Frustrasi Sultan Jin Bun
Girindrawardhana adalah ipar Jin Bun atau Raden Patah sendiri.
Raja Majapahit itu disebut Pa Bu Ta La, memerintah pada tahun 1488. Sedangkan pada batu tulis Jiu, Dyah Ranawijaya Girindrawardhana memerintah pada tahun Saka 1408 atau tahun Masehi 1486.
Boleh dipastikan bahwa Pa Bu Ta La itu sama dengan Girindrawardhana. Majapahit tetap masih berdiri, tetapi sebagai negara bawahan Demak. Kerajaan Majapahit harus membayar pajak kepada negara Islam Demak.
Baca Juga: Kegagalan Demak Islamkan Pejabat Majapahit Berujung Frustrasi Sultan Jin Bun
Girindrawardhana adalah ipar Jin Bun atau Raden Patah sendiri.
Lihat Juga :