Hasil Swab Tahap II, 26 Santri Ponpes di Pati Positif COVID-19
Minggu, 09 Agustus 2020 - 19:22 WIB
loading...
Bupati Pati Haryanto saat memimpin Rakor Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Selama Masa Pandemi Covid-19, yang juga dihadiri oleh perwakilan ponpes. Foto/INEWSTv/Agus Atha Suharto
A
A
A
PATI - Sebanyak 26 santri di sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kajen Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah , positif terpapar COVID-19 berdasarkan hasil tes swab tahap dua.
Bupati Pati Haryanto mengatakan, 96 santri di ponpes menjalani tes swab tahap dua. Hasilnya, 26 santri dinyatakan positif terpapar COVID-19. (BACA JUGA: Kasus Positif COVID-19 di Yogyakarta Bertambah Jadi 854 Orang )
"Sebanyak 96 santri telah diswab secara bertahap. Hasil terbaru menunjukkan, ada tambahan lagi yang positif COVID-19, yakni 26 santri," kata Haryanto, Minggu (9/8/2020). (BACA JUGA: Keributan Massa di Pasar Kliwon Solo, Sejumlah Orang Terluka )
Menyikapi hal itu, ujar Bupati, berdasarkan hasil koordinasi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sekda, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, serta pengasuh pondok dan Satgas Ponpes, diputuskan bahwa santri yang negatif COVID-19, harus dipulangkan ke daerah asal masing-masing. (BACA JUGA: Dampak Corona, Omzet Pedagang Pasar Tradisional di Sleman Turun 30% )
Mereka bisa kembali setelah ponpes steril kembali. Sedangkan santri luar jawa yang belum bisa pulang, akan ditempatkan di lokasi steril di luar ponpes hingga ada pihak keluarga menjemput.
Bupati Pati Haryanto mengatakan, 96 santri di ponpes menjalani tes swab tahap dua. Hasilnya, 26 santri dinyatakan positif terpapar COVID-19. (BACA JUGA: Kasus Positif COVID-19 di Yogyakarta Bertambah Jadi 854 Orang )
"Sebanyak 96 santri telah diswab secara bertahap. Hasil terbaru menunjukkan, ada tambahan lagi yang positif COVID-19, yakni 26 santri," kata Haryanto, Minggu (9/8/2020). (BACA JUGA: Keributan Massa di Pasar Kliwon Solo, Sejumlah Orang Terluka )
Menyikapi hal itu, ujar Bupati, berdasarkan hasil koordinasi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sekda, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, serta pengasuh pondok dan Satgas Ponpes, diputuskan bahwa santri yang negatif COVID-19, harus dipulangkan ke daerah asal masing-masing. (BACA JUGA: Dampak Corona, Omzet Pedagang Pasar Tradisional di Sleman Turun 30% )
Mereka bisa kembali setelah ponpes steril kembali. Sedangkan santri luar jawa yang belum bisa pulang, akan ditempatkan di lokasi steril di luar ponpes hingga ada pihak keluarga menjemput.
Lihat Juga :