Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Harus Disetujui Orang Tua Siswa
Minggu, 09 Agustus 2020 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di sekolah luar biasa, yang awalnya 5-8 peserta didik, akan menjadi 5 peserta didik per kelas. Untuk PAUD dari standar awal 15 peserta didik per kelas menjadi diturunkan menjadi 5 peserta didik per kelas.
"Begitu pula jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi. Dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan," beber Nadiem.
Sementara pada satuan pendidikan yang terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah karena persebaran virus COVID-19, maka kata Nadiem, pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan tersebut.
Baca juga: Sekolah di Zona Kuning Dibuka, Potensial Menjadi Klaster Baru Covid-19
"Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat," tegas Nadiem.
Menurut Nadiem, satuan pendidikan di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) masih dihadapkan dengan persoalan jaringan untuk pembelajaran jarak jauh. Hal ini menurutnya, bisa berdampak negatif terhadap tumbuh kembang dan psikososial siswa.
"Begitu pula jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi. Dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan," beber Nadiem.
Sementara pada satuan pendidikan yang terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah karena persebaran virus COVID-19, maka kata Nadiem, pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan tersebut.
Baca juga: Sekolah di Zona Kuning Dibuka, Potensial Menjadi Klaster Baru Covid-19
"Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat," tegas Nadiem.
Menurut Nadiem, satuan pendidikan di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) masih dihadapkan dengan persoalan jaringan untuk pembelajaran jarak jauh. Hal ini menurutnya, bisa berdampak negatif terhadap tumbuh kembang dan psikososial siswa.
Lihat Juga :