Ingin Divaksinasi DBD, Berikut Ini Syarat dan Harganya

Senin, 27 November 2023 - 17:59 WIB
loading...
Ingin Divaksinasi DBD,...
Seminar edukasi bertema Mengenal Demam Berdarah & Pencegahannya di Kota Medan, Sumatera Utara. Foto/MPI/Wahyudi Aulia Siregar
A A A
MEDAN - Selain dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk lewat, upaya pencegahan demam berdarah dengeu (DBD) kini juga dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Metode vaksinasi ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia bebas DBD di 2030 mendatang.

Dokter Klinik Spesialis Anugerah di Medan, dr. Fitriani Susanti Peranginangin mengatakan saat ini ada 2 jenis vaksinasi DBD yang kerap digunakan rumah sakit ataupun klinik.

Baca juga: Klinik Anugerah Ibu dan MNC Life Beri Edukasi Pencegahan DBD di Medan

Dua jenis vaksin ini dikategorikan berdasarkan kelompok usia pasien yang akan divaksin.

Vaksin jenis pertama diperuntukkan bagi kelompok usia 9-18 tahun. Jenis vaksin ini disuntikkan sebanyak 3 kali dengan jarak masing-masing suntikan selama 6 bulan. Sedangkan vaksin jenis kedua, untuk kategori usia 6-45 tahun.



"Vaksin yang usia 6-45 ini yang terbaru. Dia hanya disuntikkan 2 kali dengan jarak tiga bulan. Harganya juga lebih murah, sekitar Rp 1 jutaan. Sementara vaksin untuk usia 9-18 tahun harganya lebih dari Rp 2 Juta. Lebih mahal karena dosisnya juga lebih banyak sampai tiga suntikan," jelas dr. Fitriani usai seminar edukasi bertema 'Mengenal Demam Berdarah & Pencegahannya' di VIP Room Dawala, Restoran Koki Sunda, Jalan Hasanuddin, Kota Medan, Sabtu (25/11/2023).

Seminar edukasi bertema 'Mengenal Demam Berdarah & Pencegahannya' ini merupakan hasil kerjasama MNC Life Assurance bersama Klinik Spesialis Anugerah Medan dan PT Takeda.

Baca juga: Lewat Digitalisasi, MNC Life Siap Jangkau Masyarakat Pedesaan

"Saat ini kita bekerjasama denggan MNC Life. Kita membantu nasabah terpilih dari MNC Life untuk divaksinasi agar aman. Asuransi bukan hanya untuk pengobatan, tapi kita bantu jga dengan vaksinasi," tambah dr. Fitriani.

Untuk mendapatkan vaksinasi, kata dr. Fitriani, ada empat kriteria yang harus dipenuhi oleh pasien. Pertama pasien tidak memiliki gangguan imunitas, seperti mengidap penyakit yang harus dikemoterapi.

Kedua, pasien tidak mengalami gejala seperti HIV/AIDS atau sedang terjangkit penyakit tersebut.

"Ketiga, tidak sedang menyusui bagi pasien Ibu, dan tidak memiliki riwayat alergi atau ketidakcocokan dengan komponen di dalam vaksin, bagi pasien yang pernah divaksin DBD," jelasnya.

Fitriani menjelaskan, pasien yang terjangkit DBD biasanya mengalami demam dengan rasa nyeri di bagian mata, sendi dan tulang. Pasien kerap kali juga mengalami mual dan muntah.

"Untuk indikasi awal. Kalau mengalami seperti itu, sebaiknya segera ke dokter untuk diperiksa. Biasanya dokter akan memberikan terapi untuk tiga hari. Jika setelah tiga hari tidak ada perubahan, meski demam menurun, sebaiknya tetap ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah. Karena kalau sudah seperti itu biasanya positif DBD," jelasnya.

Terapi awal selama tiga hari perlu dilakukan, kata dr. Fitriani, karena dokter tak langsung bisa menggunakan antibiotik untuk melawan virus DBD. Itu karena gejala demam yang dialami pasien tidak selalu terkait dengan DBD.

"Penyebab demam itu banyak. Tidak selalu DBD. Sehingga kita tidak mungkin langsung memberikan antibiotik. Kita berikan obat demam dulu, kalau tidak ada perubahan dalam tiga hari baru kita lakukan pemeriksaan lanjutan," kata Fitriani.

Sementara itu, Regional Sales Head PT MNC Life Assurance, Erwansyah Antoro, upaya untuk mengantisipasi terjangkitnya DBD memang sangat penting. Sama pentingnya dengan mempersiapkan asuransi untuk biaya perobatan jika terjangkit DBD dan penyakit kritis lainnya.

MNC Life Assurance sendiri, kata Erwansyah, saat ini memiliki produk asuransi kesehatan individu yang menanggung biaya perobatan hingga Rp 8 miliar. Produk asuransi kesehatan itu bernama ProMedis.

"ProMedis menanggung biaya penanganan kesehatan di rumah sakit Indonesia maupun di seluruh dunia yang biayanya pertanggungannya oleh MNC Life mencapai Rp 8 miliar," sebut Erwan.

ProMedis jelas Erwan, adalah produk asuransi individual yang memberikan manfaat sesuai tagihan. Selain memberikan manfaat perlindungan dari penyakit kritis seperti DBD, produk asuransi ProMedis ini juga menjamin pengobatan tradisional Cina dan memberikan fasilitas cashless.

Usia masuk untuk produk asuransi ProMedis ini mulai usia 6 bulan sampai 70 tahun dengan masa pertanggungan mencapai 80 tahun dan minimum premi yang menyesuaikan dengan usia masuk saat membeli premi.

"Untuk pembayarannya bisa triwulanan, semesteran atau tahunan. Jadi ini akan sangat membantu masyarakat," pungkas Erwan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahabat Polisi Keluarkan...
Sahabat Polisi Keluarkan Petisi Kota Medan Dukung TNI-Polri Jaga Keamanan Indonesia
Partai Perindo Sembelih...
Partai Perindo Sembelih 7 Ekor Hewan Kurban di Kota Medan
2 Anggota DPRD Medan...
2 Anggota DPRD Medan Baku Hantam di Toilet Gedung Dewan
Kerja Sama Asuransi...
Kerja Sama Asuransi Kecelakaan dengan MNC Life, Gigit Dental Studio: Pasien Jadi Aman dan Nyaman
MNC Life Jalin Kerja...
MNC Life Jalin Kerja Sama dengan Klinik Gigit Dental Studio di Bogor
MNC Land dan MNC Peduli...
MNC Land dan MNC Peduli Bareng Puskesmas Cigombong Gelar Sosialisasi Pencegahan DBD di Watesjaya
MNC Life Dukung AirAsia...
MNC Life Dukung AirAsia RedRun 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Sport Tourism Indonesia
Mei Lebih Bahagia: Proteksi...
Mei Lebih Bahagia: Proteksi Kesehatan dari MNC Life Kini Hadir dengan Bonus Voucher Belanja
MNC Life Hadirkan Perlindungan...
MNC Life Hadirkan Perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri di Jakarta Home Run: Men's Slowpitch League 2026
Rekomendasi
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved