Harga Kebutuhan Pokok di Sukabumi Melambung Tinggi, Warga Kian Merana

Jum'at, 03 November 2023 - 19:13 WIB
loading...
Harga Kebutuhan Pokok...
Mak Aweng menjaga lapak jualannya di Pasar Palabuhanratu Kabuaten Sukabumi. Foto/MPI/Dharmawan Hadi
A A A
SUKABUMI - Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melambung tinggi. Kondisi ini membuat warga semakin merana. Salah satunya dirasakan Mak Aweng (52), seorang janda yang membesarkan empat anak dari hasil usaha jualan kopi.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Selangit, Bikin Masyarakat di Makassar Menjerit

Mak Aweng mengeluhkan beban hidup yang dihadapinya, akibat kenaikan harga bahan pokok yang terus meningkat. Perempuan lanjut usia, yang mengandalkan usaha menjual kopi seduh untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya tersebut, merasakan semakin hari semakin sulit mencari uang untuk membeli bahan k ebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari.



Meskipun ia berusaha dengan sungguh-sungguh, ia hanya bisa menghasilkan kurang dari Rp50 ribu setiap harinya. Dana tersebut, belum termasuk biaya sehari-hari dan ongkos perjalanan dari Cimanggu, ke tempat dirinya berjualan di Pasar Palabuhanratu.

Baca juga: Kisah Pemberontakan Pangeran dari Madura, Hancurkan Istana Baru Mataram yang Dibangun Amangkurat I

Untuk perjalanan sehari, ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp20 ribu untuk bayar ongkos ojek. Ia merasa terjebak dalam situasi yang sulit, di mana kebutuhan pokok semakin mahal sementara pendapatannya terbatas.

"Segala bahan pokok makin naik, kalau tidak jualan kopi mau bagaimana lagi. Semakin hari makin menyulitkan. Kopi aja sekarang mahal satu rencengnya," ucap Mak Aweng, Jumat (3/11/2023).

Di sela melayani pembeli, Mak Aweng menceritakan suaminya pada tahun 2010 meninggal, di situ dia terpaksa harus membesarkan anak-anaknya sendiri. Ia menjalankan bisnis kopi sejak anak-anaknya masih kecil, hingga mereka lulus dari SMA.

Baca juga: Perampokan Berdarah Gemparkan Ponorogo, Wanita Pemilik Hotel Dibacok dan Disekap

Situasi yang sulit dan tekanan ekonomi terus menerus menjadi tantangan dalam hidupnya. "Kalau tidak begini (jualan kopi), pemasukan dari mana lagi. Walaupun pendapatan minim hanya bisa untuk sehari-hari, tapi sudah alhamdulillah bisa untuk makan juga," ujar Mak Aweng.

Sementara itu seorang pedagang nasi di Jalan Jajaway Palabuhanratu, Jejen Jaenudin (53) juga mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang semakin meroket. Dia mengaku kenaikan harga bahan pokok membuat pedagang nasi kesulitan.

"Harga cabai naik hingga 100%, sebelumnya Rp40 ribu per kg, kini naik menjadi Rp90 ribu per kg. Cabe rawit hijau naik dari Rp40 ribu per kg, menjadi Rp80 ribu per kg. Ini adalah situasi yang sulit," ujar Jejen Jaenudin.

Baca juga: Gadis Manado Termakan Bujuk Rayu, Dicabuli Pria yang Baru Dikenal hingga Hamil

Jejen Jaenudin atau di kenal Abah Online menyoroti kenaikan harga beras, yang saat ini mencapai Rp14 ribu per kg, meningkat Rp10 ribu dari sebelumnya. Situasi ini sangat mempengaruhi pendapatan dan daya saing para pedagang, terutama yang memiliki pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

"Kami sebagai pedagang kecil dengan pendapatan di bawah UMR, menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walaupun pasar terbuka lebar, daya beli konsumen tetap rendah. Kadang-kadang, meski nasi habis terjual, uang tidak cukup untuk belanja selanjutnya, sehingga situasinya tidak seimbang," ujar Jejen.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Rekomendasi
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved