Sejarah dan Asal-usul Nama Asahan, Berawal dari Perjalanan Sultan Iskandar Muda ke Johor dan Malaka

Jum'at, 03 November 2023 - 11:38 WIB
loading...
Sejarah dan Asal-usul...
Asahan merupakan Kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Sejarah dan asal-usul nama Asahan menarik diketahui. Asahan merupakan Kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatera Utara .

Kabupaten Asahan memiliki beragam potensi sumber daya alam yang indah dan bentang alam luas. Wilayah ini terdiri dari area perbukitan dan sebagian terdapat area pesisir yang langsung berbatasan dengan laut.

Dibalik keindahannya, Kabupaten Asahan memiliki sejarah panjang hingga berdiri saat ini. Lantas, bagaimana awal mula berdirinya Kabupaten Asahan? Berikut ulasannya.

Sejarah dan Asal-usul Nama Asahan


Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Asahan, sejarah Asahan diawali dari perjalanan Sultan Aceh yakni Sultan Iskandar Muda ke wilayah Johor dan Malaka pada tahun 1612.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Nama Medan, Daerah yang Dijuluki Kota Multikultural

Dalam perjalanan tersebut, rombongan Sultan Iskandar Muda berhenti istirahat di suatu daerah di hulu sungai, yang selanjutnya dinamai Asahan.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke suatu tanjung, tempat sungai Asahan dan sungai Silau bertemu. Di sana mereka bertemu dengan Raja Simargolang.

Di lokasi ini, Sultan Iskandar Muda mendirikan sebuah pelataran yang digunakan sebagai balai untuk berbagai keperluan. Hingga akhirnya tempat tersebut berkembang menjadi sebuah perkampungan.

Wilayah ini berkembang dengan cepat sebagai pusat pertemuan perdagangan antara Aceh dan Malaka. Saat ini wilayah tersebut dikenal dengan sebutan "Tanjung Balai."

Dari pernikahan Sultan Iskandar Muda dengan seorang puteri Raja Simargolang, lahir seorang putra yang diberi nama Abdul Jalil. Dia menjadi pendiri Kesultanan Asahan dengan gelar Sultan Asahan I.

Pemerintahan kesultanan Asahan dimulai pada tahun 1630. Hal itu berlangsung sejak Sultan Asahan I dilantik hingga Sultan Asahan XI.

Pemerintahan di daerah Asahan juga dijalankan oleh datuk-datuk di Wilayah Batu Bara. Ada kemungkinan adanya kerajaan-kerajaan kecil lainnya.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Temanggung, Kabupaten yang Dijuluki Kota Tembakau

Pada 22 September 1865, Belanda berhasil mengambil alih Kesultanan Asahan. Hal ini membuat kesultanan dipegang oleh Belanda.

Kekuasaan pemerintahan Belanda di Asahan/Tanjung Balai dijalankan oleh seorang Kontroler, yang diperkuat melalui Gouverments Besluit pada 30 September 1867.

Kerajaan Sultan Asahan dan pemerintahan Datuk-Datuk di wilayah Batu Bara tetap diakui oleh Belanda, namun tidak berkuasa penuh sebagaimana sebelumnya.

Pada 13 Maret 1942, pemerintahan Belanda berhasil ditundukkan oleh Jepang. Setelah itu, Pemerintahan Fasisme Jepang menggantikan Pemerintahan Belanda.

Wilayah tersebut dibagi menjadi beberapa distrik, seperti Tanjung Balai, Kisaran, Bandar Pulau, Pulau Rakyat, dan Sei Kepayang. Pemerintahan Fasisme Jepang berakhir pada 14 Agustus 1945, hingga pada 17 Agustus 1945, Kemerdekaan Negara Republik Indonesia diumumkan.

Sesuai dengan perkembangan tata negara Republik Indonesia, pada September 1945, berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1945, Komite Nasional Indonesia Wilayah Asahan dibentuk.

Pada saat itu, pemerintahan Jepang sudah tidak ada lagi, tetapi pemerintahan kesultanan dan pemerintahan Fuku Bunsyu di Batu Bara masih berjalan.

Pada tanggal 15 Maret 1946, struktur pemerintahan Republik Indonesia diterapkan di Asahan. Wilayah Asahan dipimpin oleh Abdullah Eteng sebagai kepala wilayah dan Sori Harahap sebagai wakil kepala wilayah.

Demikian ulasan mengenai sejarah dan asal usul Asahan. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan para pembaca.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Prabowo Apresiasi Penanganan...
Prabowo Apresiasi Penanganan Bencana di Sumut: Sebagian Besar Sudah Mengalami Perbaikan
BNPB: 2 dari 18 Kabupaten/Kota...
BNPB: 2 dari 18 Kabupaten/Kota di Sumut Masih Terisolasi
BMKG Ingatkan Cuaca...
BMKG Ingatkan Cuaca Sumut Masih Dinamis: Waspada, Jangan Panik
Banjir Rendam Lapas...
Banjir Rendam Lapas di Sumut, Dirjenpas Cek Lokasi Terdampak
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Rekomendasi
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Infografis
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Dunia MotoGP dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved