Konyol! Ngaku Khilaf, Bapak di Sleman 11 Tahun Cabuli Anak Kandung

Kamis, 26 Oktober 2023 - 12:14 WIB
loading...
Konyol! Ngaku Khilaf,...
Pria berinisial BS (47) ditangkap Satreskrim Polres Sleman, karena tega mencabuli anak kandung selama 11 tahun. Foto/MPI/Erfan Erlin
A A A
SLEMAN - Entah apa yang ada di hati dan pikiran pria warga Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, berinisial BSR (47). Selama 11 tahun, dia tega mencabuli anak kandungnya sendiri dengan alasan khilaf.

Baca juga: 2 Pria di Bangkalan Bertekuk Lutut usai Diajak Kencan Polwan Cantik

Pencabulan terhadap anak kandung tersebut, dilakukan BSR selama ditinggal istrinya bekerja di luar negeri menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKI). Pria yang berprofesi sebagai buruh tidak tetap tersebut, menjadikan anak kandungnya sebagai pelampiasan nafsu bejatnya.



Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Rizky Adrian menuturkan, korban adalah anak semata wayang pelaku, yang kini telah berusia 18 tahun. Pencabulan tersebut, sudah dilakukan pelaku selama 11 tahun lebih, atau sejak korban duduk di bangku sekolah dasar.

Baca juga: Ngaku Polisi, Pria Ini Tipu Pacar Rp158 Juta

"Jadi dulunya korban menganggapnya sebagai hal yang biasa. Bukan pencabulan," tutur Adrian, Kamis (26/10/2023) kepada awak media. Dia menambahkan, pencabulan tersebut dilakukan sejak tahun 2012 sampai dengan November 2022.

Pencabulan tersebut, bermula ketika korban masih duduk di bangku kelas 2 SD ini hendak bermain, namun dilarang oleh pelaku. Korban disuruh tidur, dengan alasan agar tidak kelelahan.

Pada saat korban sedang berbaring hendak tidur, korban didekati pelaku kemudian diraba-raba. Tak sampai di situ, semua pakaian korban dilepasi dan terjadi pencabulan. "Pencabulan itu mengakibatkan korban mengalami pendarahan ketika ke kamar mandi," tambahnya

Korban sendiri tidak berani cerita, karena ancaman kekekerasan oleh pelaku yang akan menyakiti korban dan ibu korban. setelah itu, hampir setiap hari korban mengalami pelecehan seksual, pernah ketika SMP korban menolak ajakan pelaku namun korban dibanting oleh pelaku.

Baca juga: Mantan Kades di Bangkalan Ditangkap Brimob Bersenjata, Gara-gara Bawa Pistol di Coblosan Pilkades

Sebenarnya korban sudah tidak tahan, dan sudah berkali-kali menceritakan apa yang dialaminya tersebut ke ibu kandungnya. Namun ibu kandung korban tidak pernah percaya dengan apa yang dilakukan pelaku. "Korban kemudian cerita ke pacarnya," tuturnya.

Terakhir kali pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban pada bulan November 2022, ketika sedang merawat pelaku karena jatuh kecelakaan, namun justru korban mendapat perlakuan cabul.

Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan pelaku, maka korban kemudiam merekam perbuatan pelaku. Korban beralasan untuk bukti atas apa yang dialaminya, korban berani menceritakan kejadian itu kepada ibunya.

Setelah itu, korban bersama dengan pacarnya melaporkan kejadian pencabulan tersebut ke UPTD PPA, selanjutnya didibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sleman. "Pelaku mengaku khilaf, sehingga memperkosa korban," pungkas Adrian.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perayaan 1 Dekade, Environesia...
Perayaan 1 Dekade, Environesia Group Gelar Aksi Donor Darah
Ahli Hukum Nilai Kasus...
Ahli Hukum Nilai Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Tak Bisa Dihukum jika Tidak Ada Mens Rea
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan...
Ahli Hukum Pemilu: Dugaan Pelanggaran Pilkada Semestinya Diproses melalui Bawaslu
Keputusan Kejari Sleman...
Keputusan Kejari Sleman Menutup Perkara Hogi Minaya Dinilai Tepat
Sang Suami Dijadikan...
Sang Suami Dijadikan Tersangka Kasus Penjambret Tewas di Sleman, Istri Minta Keadilan
3 Tewas Akibat Kecelakaan...
3 Tewas Akibat Kecelakaan KA Bangunkarta Tabrak Mobil dan Motor di Prambanan Sleman
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Israel Gugat New York...
Israel Gugat New York Times karena Ungkap Tentara Zionis Perkosa Tahanan Palestina Secara Brutal
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved