Petani Jatim Gelar Aksi di Sawah, Dukung KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Kementan
Rabu, 04 Oktober 2023 - 13:38 WIB
loading...
Puluhan petani di Lumajang, Jawa Timur menggelar aksi di tengah sawah mendukung KPK mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di Kementan. Foto/Ist
A
A
A
LUMAJANG - Puluhan petani di Lumajang , Jawa Timur menggelar aksi di tengah sawah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan). Sambil orasi dan membentangkan spanduk, mereka mengaku geram karena masih banyak petani belum sejahtera malah muncul korupsi di sektor pertanian.
Aksi tersebut dilakukan para petani di area Persawahan di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Selasa (3/10/2023) siang. Sambil membawa alat pertanian seperti cangkul dan sabit, puluhan petani juga membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tangkap Koruptor Duit Petani. Selain itu, para petani juga mengangkat poster turtulis pesan, Petani Jatim Dukung KPK basmi Koruptor, Pupuk Mahal, Harga Padi Anjlok Petani Menjerit.
"Kami kecewa kepada pemerintah Mentan yang mengurus pertanian, petani pada sengsara karena harga pupuk mahal biaya produksi tinggi sedangkan harga panen anjlok bukannya diurusi sing bener iki malah ada korupsi," kata Jumain.
"Kami petani Jawa Timur selalu gagal panen di tengah harga pupuk mahal, harga jual padi anjlok, eh ternyata di balik itu, ada koruptor yang mencuri anggaran sehingga membuat kami sengsara," ujarnya.
Baca Juga: Geledah Kantor Kementan, KPK Sasar Ruangan Syahrul Yasin Limpo dan Sekjen Kementan
Aksi tersebut dilakukan para petani di area Persawahan di Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Selasa (3/10/2023) siang. Sambil membawa alat pertanian seperti cangkul dan sabit, puluhan petani juga membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tangkap Koruptor Duit Petani. Selain itu, para petani juga mengangkat poster turtulis pesan, Petani Jatim Dukung KPK basmi Koruptor, Pupuk Mahal, Harga Padi Anjlok Petani Menjerit.
"Kami kecewa kepada pemerintah Mentan yang mengurus pertanian, petani pada sengsara karena harga pupuk mahal biaya produksi tinggi sedangkan harga panen anjlok bukannya diurusi sing bener iki malah ada korupsi," kata Jumain.
"Kami petani Jawa Timur selalu gagal panen di tengah harga pupuk mahal, harga jual padi anjlok, eh ternyata di balik itu, ada koruptor yang mencuri anggaran sehingga membuat kami sengsara," ujarnya.
Baca Juga: Geledah Kantor Kementan, KPK Sasar Ruangan Syahrul Yasin Limpo dan Sekjen Kementan
Lihat Juga :